Home Care Jember Tempuh Jalan Setapak di Jelbuk

Home Care Jember Tempuh Jalan Setapak di Jelbuk
Home Care Jember Tempuh Jalan Setapak di Jelbuk

Pasuruan Terkini – Program layanan kesehatan jemput bola di Kabupaten Jember kembali menunjukkan tantangan nyata di lapangan. Perjalanan menuju rumah warga di Dusun Gujuran Timur, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, tidak dapat ditempuh dengan kendaraan karena kondisi jalan yang sempit, menanjak, dan terjal. Rombongan Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran organisasi perangkat daerah serta tim kesehatan Puskesmas Jelbuk pun harus berjalan kaki untuk mencapai rumah warga sasaran layanan Home Care pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Kondisi itulah yang menjadikan Jalan Setapak di Jelbuk Alasan Home Care Jember Harus Menjemput Warga. Tidak semua warga yang membutuhkan layanan kesehatan mampu datang sendiri ke Puskesmas. Jarak, kondisi tubuh, dan akses jalan menjadi penghalang sekaligus.

Fawait menjelaskan bahwa program Home Care dirancang untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Menurutnya, keberadaan layanan ini bertujuan meminimalisir warga yang tidak datang ke Puskesmas meski sebenarnya sedang sakit atau mengalami sakit berkepanjangan. Karena itu, tim jemput bola bergerak hingga harus menaiki jalan yang sangat terjal.

Dalam kunjungan tersebut, Fawait menemukan dua warga lanjut usia yang tinggal berdua dalam kondisi cukup rentan. Salah seorang mengalami gangguan pendengaran, sementara yang lainnya memiliki gangguan penglihatan. Persoalan mereka tidak berhenti pada aspek kesehatan. Rumah yang ditempati keduanya juga dinilai kurang layak.

Namun, pemerintah tidak serta-merta mengubah rumah tersebut menjadi bangunan permanen. Menurut Fawait, warga tidak menginginkan perubahan besar karena sudah terbiasa dengan kondisi rumah yang ada. Pemkab Jember kemudian memilih menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan penghuni rumah. Perbaikan akan dilakukan pada bagian yang dianggap perlu, termasuk lantai dan sejumlah bagian bangunan.

Fawait menyatakan bahwa kedua warga akan didatangi setiap bulan, dan sejauh ini sudah dikunjungi sebanyak tiga kali. Selain memperbaiki kondisi rumah, pemerintah juga akan memeriksa kesehatan mereka secara berkala.

Bagi pemerintah, persoalan seperti ini tidak bisa selesai dalam sekali kunjungan. Kehadiran petugas di rumah warga menjadi bagian dari upaya memastikan mereka tidak terlewat dari pelayanan publik. Program Home Care di Jember menempatkan tenaga kesehatan lebih dekat dengan warga, sementara kepala OPD juga dijadwalkan turun memberikan pelayanan kepada masyarakat setiap Jumat.

Fawait menegaskan bahwa dirinya perlu melihat langsung kondisi warga agar persoalan yang ditemukan di lapangan tidak hanya berhenti sebagai laporan. Sebagai bupati, ia merasa harus turun ke bawah untuk memastikan penanganan berjalan tepat.

Kunjungan ke Jelbuk memperlihatkan salah satu persoalan yang tidak selalu terlihat dari ruang pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan mungkin tersedia, tetapi warga yang sakit belum tentu mampu mencapainya. Karena itu, menurut Fawait, tenaga kesehatan perlu datang ke rumah warga yang membutuhkan. Ia mengapresiasi tim kesehatan yang tetap mendatangi warga meski harus melewati jalan setapak yang sulit.

Perjalanan menuju rumah warga juga membawa persoalan lain ke permukaan, yaitu infrastruktur. Fawait mengatakan sejumlah jalan kabupaten di wilayah tersebut sudah dalam kondisi baik. Namun, masih ada jalan desa di pelosok yang membutuhkan perhatian. Ia menyebut kemungkinan bantuan untuk jalan desa akan dilakukan pada tahun depan.

Secara kewenangan, pembangunan jalan desa merupakan tanggung jawab pemerintah desa. Meski demikian, Pemkab Jember menyatakan tidak akan sepenuhnya menyerahkan persoalan tersebut kepada pemerintah desa. Pemerintah kabupaten akan ikut serta membantu pemerintah desa untuk memperbaiki jalan-jalannya.

Bagi warga di wilayah pelosok, persoalan jalan bukan sekadar urusan transportasi. Jalan yang sulit dilalui juga dapat menentukan seberapa cepat seseorang mendapatkan pertolongan ketika membutuhkan layanan kesehatan. Karena itu, Home Care dan pembenahan akses jalan sama-sama perlu mendapat perhatian.

Fawait mengatakan kondisi yang ditemukan selama turun ke lapangan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah ke depan, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan yang masih membutuhkan pembenahan. Dengan demikian, Jalan Setapak di Jelbuk Alasan Home Care Jember Harus Menjemput Warga menjadi cermin bahwa pelayanan publik harus hadir hingga ke titik yang paling sulit dijangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *