Pasuruan Terkini – Sebanyak 432 siswa SD se-Pasuruan mengikuti Festival BTQ ke-5 yang berlangsung di SDN Martopuro 1, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097. Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengajak anak-anak agar tetap dekat dengan Al-Qur’an.
Festival Baca Tulis Al-Qur’an tersebut diikuti peserta dari berbagai sekolah dasar negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Pasuruan. Beragam perlombaan disiapkan untuk menguji kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an para siswa. Ajang ini juga menjadi bagian dari pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter peserta didik.
Pembukaan Festival BTQ ke-5 dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astutik, serta Ketua Panitia Festival BTQ, Bahrur Roji. Kehadiran sejumlah pejabat daerah menegaskan dukungan pemerintah terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.
Ketua Panitia Festival BTQ, Bahrur Roji, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi bagi para siswa. Menurutnya, festival menjadi bagian dari pembinaan karakter dan pendidikan keagamaan bagi peserta didik. “Festival BTQ ini adalah investasi akhlak. Anak-anak kita harus hebat secara akademik, tapi juga kuat secara akhlak,” kata Bahrur.
Ia berharap penyelenggaraan yang telah memasuki tahun kelima ini mampu membentuk generasi muda Pasuruan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter religius. Dengan begitu, Festival BTQ ke-5 menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi siswa sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astutik, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta pada Festival BTQ tahun ini. Ia menilai peningkatan jumlah peserta menunjukkan adanya perhatian dari sekolah dan keluarga terhadap pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak. “Ini membuktikan bahwa orang tua dan sekolah sangat peduli pada pendidikan Al-Qur’an. Ini adalah sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Festival BTQ hingga tahun kelima. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai. “Di tengah gempuran gadget dan tantangan zaman, kita harus memastikan anak-anak kita tetap dekat dengan Al-Qur’an. BTQ adalah benteng pertama,” ujar Shobih.
Shobih juga meminta para peserta tidak hanya mempelajari Al-Qur’an untuk kepentingan perlombaan semata. Ia mendorong para siswa menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sehari-hari, bukan hanya saat lomba. Hormati guru dan orang tua karena doa mereka adalah kunci keberhasilan,” katanya.
Melalui Festival BTQ ke-5, pemerintah daerah berharap pembinaan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an semakin kuat. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat pendidikan karakter peserta didik di Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian, 432 siswa SD se-Pasuruan yang mengikuti Festival BTQ ke-5 tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius dalam keseharian mereka.









