Pasuruan Terkini – Fraksi Gerindra Jatim Nilai Transportasi Publik Terintegrasi Dapat Genjot Ekonomi menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur di Surabaya, Rabu (16/9/2026). Fraksi Partai Gerindra secara resmi menyatakan dukungan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Transportasi Publik Terintegrasi.
Dukungan itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra, Hartono. Ia menegaskan sistem transportasi publik yang handal, aman, terjangkau, dan inklusif adalah keharusan mendasar untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mobilitas warga Jawa Timur.
“Karena itu, integrasi transportasi publik bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan mendasar rakyat,” ujar Hartono.
Meski memberikan lampu hijau untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan bersama Komisi dan pihak Eksekutif, Fraksi Partai Gerindra menyampaikan enam poin catatan serta penekanan khusus. Tujuannya agar Perda yang dihasilkan nantinya benar-benar efektif dan tepat sasaran.
Fraksi Gerindra Jatim Nilai Transportasi Publik Terintegrasi Dapat Genjot Ekonomi terutama di wilayah-wilayah aglomerasi utama. Pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, selamat, aman, mudah diakses, serta berkelanjutan dinilai menjadi kunci utama percepatan pembangunan ekonomi.
Fraksi Gerindra juga menyoroti sejumlah persoalan krusial saat ini. Misalnya kesenjangan pelayanan antarwilayah, keterbatasan angkutan pengumpan (feeder), buruknya akses awal dan akhir perjalanan (first-mile dan last-mile), serta belum optimalnya koordinasi antar-pemangku kepentingan.
“Oleh karena itu, Pemprov Jatim diminta bertindak tegas sebagai koordinator dan fasilitator yang efektif sesuai Undang-Undang Pemerintahan Daerah tanpa mengambil alih kewenangan Pemerintah Pusat atau Kabupaten/Kota, serta tidak menciptakan prosedur perizinan baru yang menghambat birokrasi,” pinta Hartono.
Fraksi Gerindra menegaskan integrasi angkutan umum tidak boleh disempitkan hanya pada pengadaan unit armada atau koridor saja. Pemerintah Provinsi wajib mewujudkan delapan dimensi integrasi, yaitu:
- Integrasi Jaringan
- Integrasi Fisik
- Integrasi Operasional
- Integrasi Tarif
- Integrasi Tiket dan Pembayaran
- Integrasi Informasi dan Data
- Integrasi Kelembagaan
- Integrasi Pembiayaan
“Selain itu, perlu dibangun basis data tepercaya berdasarkan hierarki layanan, yakni Layanan Utama, Layanan Pengumpan, dan Layanan Penghubung,” jelas Hartono.
Di sisi lain, Hartono juga menyoroti aspek keterjangkauan tarif dan akomodasi yang layak. Pemprov Jatim diwajibkan menerapkan Desain Universal di seluruh simpul transportasi, mulai Terminal Tipe B, stasiun, pelabuhan penyeberangan, halte, hingga moda angkutan ke bandara.
Penerapan itu agar ramah bagi Penyandang Disabilitas, Kelompok Rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Berikutnya, skema subsidi, kompensasi, dan Buy the Service (BTS) harus transparan dan tepat sasaran. Pengembangan First-Mile dan Last-Mile serta Konsep TOD juga menjadi perhatian. Pembangunan dan revitalisasi fasilitas seperti Terminal Penumpang Tipe B dan halte harus berbasis studi kelayakan agar tidak menjadi megaproyek yang terbuang sia-sia atau membebani APBD.
“Fraksi Gerindra juga mendorong penyelarasan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) melalui Transit-Oriented Development (TOD) di sekitar simpul transportasi yang terhubung langsung dengan permukiman, kawasan pendidikan, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi guna menekan kemacetan serta emisi gas rumah kaca,” jelas Hartono.
Penerapan Sistem Informasi Transportasi Publik digital harus terhubung dengan Satu Data dan Satu Peta Jawa Timur serta menjamin perlindungan data pribadi. Fraksi Gerindra mengingatkan agar Pemprov tidak terjebak membuat aplikasi baru yang ego-sektoral jika sudah bisa diintegrasikan dengan platform yang ada.
“Dari sisi operasional, penetapan kontrak dengan operator wajib menggunakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta Indikator Kinerja Utama (KPI) yang ketat, serta melakukan evaluasi rutin terhadap load factor agar efisien secara fiskal,” tegasnya.
Di akhir pandangannya, dokumen yang ditandatangani Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, H. Ferdians Reza Alvisa, ST, menegaskan komitmen fraksi untuk terus mengawal pembahasan Raperda ini bersama komisi terkait.
“Harapan kami, Raperda ini nantinya dapat disempurnakan dengan memperjelas pembagian kewenangan, kepastian jaminan bagi kelompok rentan, keberlanjutan fiskal daerah, serta efisiensi pemanfaatan aset dan teknologi demi Jawa Timur yang sejahtera, maju, dan berkeadilan,” tutup Hartono.



