Pasuruan Terkini – Ratusan Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Kota Pasuruan Terima Bantuan Sosial Pemberdayaan dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial. Penyaluran dilakukan langsung di Kantor Dinas Sosial Kota Pasuruan pada Selasa, 29 September 2026. Program ini bertujuan meningkatkan taraf hidup sekaligus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Ir. Yudie Andi Prasetya, menjelaskan bahwa bantuan ini menyasar perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dan rentan secara sosial ekonomi. Menurutnya, program tersebut merupakan instruksi Wali Kota dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Penanganan kemiskinan tidak cukup hanya memberikan bantuan pangan yang bersifat konsumtif, tetapi juga harus disertai dukungan modal agar usaha kecil penerima manfaat bisa lebih berkembang dan mandiri,” ujarnya.
Dari total pagu awal 126 calon penerima, proses verifikasi dan validasi menetapkan 114 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memenuhi syarat. Sebanyak 12 nama lainnya tidak lolos karena kendala desil, tidak memiliki rintisan usaha, atau telah pindah domisili. Bantuan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai Rp2,5 juta per KPM.
Dana tersebut dialokasikan khusus untuk belanja peralatan pendukung usaha, seperti perbaikan atau pembuatan rombong jualan. Penyaluran dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama disalurkan hari ini kepada 85 KPM yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Pasuruan. Rinciannya: Kecamatan Panggungrejo 31 KPM, Gadingrejo 23 KPM, Purworejo 19 KPM, dan Bugul Kidul 12 KPM.
“Pada tahap kedua nantinya menyasar 29 KPM sisanya yang dijadwalkan cair pada sekitar bulan November mendatang setelah menunggu proses Perubahan Anggaran Keuangan (PAK),” kata Yudhi.
Melalui stimulus modal usaha ini, Pemkot Pasuruan berharap pendapatan para penerima manfaat dapat meningkat secara produktif. Dengan begitu, mereka mampu mandiri dan keluar dari garis kemiskinan. “Harapannya ada peningkatan pendapatan masyarakat agar kesejahteraannya meningkat, sehingga cita-cita pemerintah dalam menaikkan taraf ekonomi warganya dapat tercapai,” tutur Kadinsos.
Salah satu penerima manfaat asal Kecamatan Panggungrejo, Siti Fatimah (55), mengaku sangat bersyukur. Perempuan yang sehari-hari berdagang peracangan, sayur, dan ayam potong ini akan memanfaatkan dana tersebut untuk memperbaiki tempat berjualan. “Alhamdulillah, sangat senang. Kata pendamping, bantuan ini harus dibelikan alat penunjang, bukan bahan baku. Dibuat seperti meja, buat tatakan potong ayam itu. Terus tempatnya ikan, tempatnya sayur, gitu,” kata Siti. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah peduli terhadap keberlangsungan usaha mikro. “Terima kasih kepada Pemkot Pasuruan, Bapak Wali Kota, dan Dinsos. Semoga diberikan keberkahan,” tuturnya.
Program Ratusan Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Kota Pasuruan Terima Bantuan Sosial Pemberdayaan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan. Dengan modal usaha yang diberikan, para wanita rawan sosial ekonomi dapat mengembangkan usaha kecil mereka. Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program serupa.





