Pasuruan Terkini – Ada 435 Kasus Pneumonia di Lumajang 192 Terjadi pada Balita sepanjang pemantauan Januari hingga Agustus 2026. Data ini dirilis Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang.
Rincian tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia 0–5 tahun menjadi perhatian khusus dalam pemantauan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah setempat.
Sebaran Kasus dan Kelompok Usia
Dari total temuan, sebanyak 192 kasus pada Agustus tercatat menimpa anak usia 0–5 tahun atau balita. Sementara itu, untuk kasus ISPA secara umum, kelompok usia 19–59 tahun atau dewasa justru tercatat cukup tinggi.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Marshall Trihandono, menegaskan pembacaan data harus memperhatikan karakteristik kelompok usia.
“Untuk kasus ISPA, kelompok usia 19–59 tahun (usia dewasa) tercatat cukup tinggi. Sementara pada pneumonia, kelompok usia 0–5 tahun (balita) menjadi perhatian karena kasus pada kelompok ini tercatat cukup tinggi dalam pemantauan,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Imbauan agar Orang Tua Waspada
Marshall menjelaskan angka 192 kasus pneumonia pada balita pada Agustus perlu dipahami sebagai data pemantauan kesehatan pada periode tertentu. Data tersebut tidak dimaksudkan sebagai alasan bagi masyarakat untuk panik.
Ia mengimbau orang tua tidak menunda pemeriksaan apabila anak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, terutama kesulitan bernapas yang pada balita dapat menjadi tanda kondisi semakin memburuk.
“Jika anak menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernafas atau kondisinya semakin memburuk, jangan menunda untuk mendapatkan pemeriksaan,” bebernya.
“Segera manfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan agar kondisi anak dapat dinilai dan ditangani sesuai kebutuhannya,” ia memungkasi.
Data Pemantauan Rutin
Pencatatan Ada 435 Kasus Pneumonia di Lumajang 192 Terjadi pada Balita menjadi bagian dari pemantauan rutin kasus pneumonia di Kabupaten Lumajang. Pneumonia sendiri merupakan salah satu kategori penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dengan memahami sebaran usia, langkah pencegahan dan penanganan dapat lebih tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang memiliki anak balita.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia bila menemukan gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan.









