Pasuruan Terkini – Sebanyak 12 pengemudi ojek online di Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengikuti pelatihan keterampilan dan kemampuan penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Kegiatan yang digelar Satlantas Polres Pasuruan bersama Dinas Kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas ke-71. Bersama Driver Ojol Satlantas Gelar Latihan Keterampilan dan Kemampuan Penanganan Korban Lakalantas berlangsung di lapangan uji praktek Satlantas Polres Pasuruan pada Kamis, 17 September 2026.
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat menjelaskan bahwa pelatihan ini menyasar pengemudi ojek online karena mereka menjadi pihak yang paling sering bersinggungan langsung dengan peristiwa kecelakaan di jalanan. Materi yang diberikan mencakup cara mengamankan diri agar tidak turut menjadi korban, kewajiban yang harus dilakukan, hingga larangan saat menangani korban lakalantas.
Tujuan dan Sasaran Pelatihan
Dalam kegiatan Bersama Driver Ojol Satlantas Gelar Latihan Keterampilan dan Kemampuan Penanganan Korban Lakalantas, komposisi peserta menjadi perhatian khusus. Dari 12 orang yang hadir, 10 di antaranya merupakan pengemudi perempuan. Menurut AKP Jauhar, pemilihan peserta perempuan didasari pertimbangan bahwa kaum perempuan kerap lebih takut dan bingung ketika harus memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.
“Dari 12 orang, 10 merupakan perempuan agar mereka tidak takut saat menemukan kejadian lakalantas dan bisa memberikan pertolongan,” ucap Kasat Lantas. Ia menambahkan bahwa pengemudi laki-laki dinilai sudah lebih mampu mengendalikan situasi saat memberikan pertolongan pertama, sehingga fokus pelatihan diarahkan pada peserta perempuan.
Materi yang Diberikan
Pelatihan yang digelar Bersama Driver Ojol Satlantas Gelar Latihan Keterampilan dan Kemampuan Penanganan Korban Lakalantas menekankan aspek praktis di lapangan. Peserta dibekali pengetahuan tentang langkah awal yang harus dilakukan saat menemukan korban kecelakaan, termasuk cara menjaga keselamatan diri sendiri sebelum membantu orang lain. Selain itu, peserta juga memahami hal-hal yang tidak boleh dilakukan agar tidak memperparah kondisi korban.
Kasat Lantas menegaskan bahwa kerja sama dengan Dinas Kesehatan menjadi kunci agar materi yang disampaikan sesuai standar pertolongan yang benar. “Kita bersama Dinas Kesehatan bagaimana menangani korban lakalantas di jalanan, apa yang harus dilakukan dan yang tidak,” kata AKP Jauhar.
Respons Peserta
Salah satu pengemudi ojek online bernama Inggit mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. Menurutnya, selama ini rasa takut sering membuat pengemudi ragu untuk bertindak ketika menjumpai kecelakaan di jalan.
“Dengan ilmu hari ini yang kita dapat, kita jadi tahu apa yang harus kita lakukan awal dan yang tidak boleh,” tutup Inggit. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan langsung saat dibutuhkan di lapangan.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan Bersama Driver Ojol Satlantas Gelar Latihan Keterampilan dan Kemampuan Penanganan Korban Lakalantas, Satlantas Polres Pasuruan berharap para pengemudi ojek online, khususnya perempuan, lebih percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama. Pelatihan semacam ini dinilai penting karena pengemudi ojek online memiliki mobilitas tinggi dan sering menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian. Dengan bekal keterampilan yang memadai, angka risiko fatal pada korban kecelakaan diharapkan dapat ditekan.













