Pasuruan Terkini – PASURUAN — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Tinjau Karhutla Tahura R Soerjo Khofifah Prioritaskan Keselamatan Petugas dan Pasokan Air Bersih menjadi fokus utama dalam penanggulangan kebakaran hutan di kawasan Tahura Raden Soerjo, Pasuruan. Pernyataan itu disampaikan seusai menggelar rapat koordinasi di posko Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Selasa malam 20 Oktober 2026.
Khofifah menekankan bahwa keselamatan personel pemadam harus selalu diutamakan. Medannya yang berbukit, arah angin yang berubah cepat, serta terbatasnya akses menuju titik api menuntut kewaspadaan ekstra sebelum任何 tindakan lapangan dilakukan. “Kehati-hatian relawan adalah yang utama,” tegasnya.
Sikap waspada tersebut juga dilatarbelakangi duka atas tewasnya lima relawan dalam insiden karhutla Gunung Bromo baru-baru ini. Khofifah menyampaikan bela sungkawa dan memastikan Pemprov Jatim menanggung biaya perawatan korban yang masih menjalani pengobatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Kebakaran di kawasan seluas 27.868,30 hektare itu juga merusak jaringan air bersih sepanjang 10.260 meter yang menyuplai tiga desa di Kabupaten Pasuruan. Secara rinci, pipa sepanjang 4.000 meter terdampak di Desa Tambaksari, 3.750 meter di Desa Jatiarjo, dan 2.510 meter di Desa Dayurejo.
Khofifah meminta Pemkab Pasuruan menjamin pasokan air bersih tetap mengalir melalui dropping air sebagai solusi jangka pendek, sementara jangka panjang disiapkan sumur bor atau pengalihan sumber air terdekat. Pemulihan vegetasi di sekitar mata air dan daerah tangkapan air juga disebutkannya perlu segera dilakukan agar tata air tetap terjaga.
Untuk percepatan pemadaman, Pemprov Jatim telah berkomunikasi mengenai permohonan bantuan helikopter untuk metode water bombing. Khofifah menilai teknik tersebut efektif terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Ia juga menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Salat Istisqa’ bagi seluruh bupati/wali kota, organisasi kemasyarakatan Islam, dan pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur. Hingga awal Oktober 2026, sebanyak 25 kabupaten/kota telah menetapkan status kedaruratan kekeringan.
Khofifah mengingatkan masyarakat agar tidak membakar hutan, mematuhi pembatasan akses, dan melaporkan temuan api atau asap. Koordinasi multipihak antara Manggala Agni, MPA, relawan, pemerintah desa, TNI, dan Polri dinilai krusial demi operasi pemadaman yang aman dan efektif.
Berdasarkan prediksi BMKG, hujan diprakirakan turun Desember 2026 hingga Februari 2027. Maka dari itu, mitigasi bencana dan pemenuhan air bersih harus terus diperkuat. Khofifah mengajak seluruh komponen masyarakat gotong royong menjaga keselamatan manusia dan keberlanjutan sumber daya air di Jawa Timur.













