Sinergi UB-UPM Bangkitkan Usaha Inklusif SLB Batu

Sinergi UB-UPM Bangkitkan Usaha Inklusif SLB Batu
Sinergi UB-UPM Bangkitkan Usaha Inklusif SLB Batu

Pasuruan Terkini – Batu — Kolaborasi internasional antara Universitas Brawijaya (UB) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) kembali menorehkan dampak nyata di Kota Batu. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada 17 September 2026, sinergi internasional UB dan UPM dorong kemandirian ekonomi melalui pengolahan buah inklusif di SLB Eka Mandiri Batu menjadi realita yang membantu para siswa berkebutuhan khusus mengembangkan usaha mandiri.

Tim dari Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem UB, dipimpin oleh Rini Yulianingsih, Ph.D., bersama Prof. Musthofa Lutfi dan Ubaidillah, M.Si., menurunkan program ini sebagai bagian dari Program Dosen Berkarya UB Tahun 2026.

UKM Unique: Wadah Kemandirian Siswa Berkebutuhan Khusus

Unit usaha UKM Unique merupakan jantung dari program ini. Seluruh tenaga kerja di dalamnya berasal dari siswa dan alumni SLB Eka Mandiri Batu. Mereka tidak hanya mempelajari keterampilan vokasional, tetapi juga dituntut membangun kepercayaan diri untuk bersaing di pasar kerja sesungguhnya.

Kegiatan ini menghadirkan delegasi UPM yang terdiri dari Prof. Dr. Rosnah Shamsudin, Dr. Siti Hajar Ariffin, dan Dr. Muhammad Hazwan Hamzah. Kehadiran mereka memperkaya dimensi transfer teknologi dan pendampingan usaha.

Transfer Teknologi dan Standarisasi Produk

Prof. Dr. Rosnah Shamsudin menjadi pembicara kunci dalam materi pengolahan buah kering dan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP). Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengeringan buah bergantung pada tiga pilar utama: pemilihan bahan baku segar, ketebalan irisan yang seragam, serta kontrol suhu pengeringan yang stabil.

“Standar kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi budaya kerja. Dengan begitu, produk dari UKM Unique akan mampu menembus pasar modern,” tegas Prof. Rosnah di depan peserta pelatihan.

Rini Yulianingsih menambahkan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan kualitas dan standarisasi produk agar buah kering yang dihasilkan tidak hanya lezat, tetapi juga bermutu tinggi dan memiliki daya saing luas di pasaran.

Penyerahan Peralatan dan Pelatihan Langsung

Sebagai bentuk dukungan konkret, tim pengabdian menyerahkan satu unit food dehydrator dan alat pengiris buah kepada UKM Unique. Penyerahan alat ini dilengkapi dengan pelatihan operasional dan perawatan secara langsung, sehingga para peserta mampu mengoperasikan peralatan tersebut secara mandiri.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan metode demonstrasi pengeringan buah apel dan nangka, sesi praktik, serta diskusi terbuka melibatkan guru, siswa, dan alumni SLB Eka Mandiri.

Dukungan Mitra Lokal dan Dampak Jangka Panjang

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Batu serta PLUT KUMKM Kota Batu yang diwakili oleh Yossi Hendrawan Saraswanto, S.T. Ia menyatakan komitmen untuk mendampingi UKM Unique dari aspek legalitas, pengemasan, hingga pemasaran agar produk buah kering mampu naik kelas.

Kepala SLB Eka Mandiri Batu menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan alat dan ilmu yang diterima. Menurutnya, program ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berkarya dan berwirausaha.

Program ini selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan, SDG 2 tentang kecapaian pangan, SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *