Berita  

Ratapan Keluarga di Pemakaman Korban Kebakaran Bromo

Ratapan Keluarga di Pemakaman Korban Kebakaran Bromo
Ratapan Keluarga di Pemakaman Korban Kebakaran Bromo

Pasuruan Terkini – Pemakaman merupakan momen paling menyayat hati bagi keluarga Safriel Ardiansyah (19), seorang atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Korban kebakaran bromo ini dimakamkan di pemakaman umum setempat, Jumat (16/10/2026) pagi, sambil diselingi tangisan histeris dari orang tua dan rekan-rekan seperjuangannya.

Safriel bukan sekadar karyawan Artotel. Ia dikenal sebagai atlet panjat tebing berprestasi yang menekuni nomor lead dan boulder. Dalam komunitasnya, ia kerap membantu melatih sesama atlet muda. Kehadirannya di dunia panjat tebing telah memberikan manfaat besar bagi perkembangan olahraga tersebut di Kota Probolinggo.

Ayahnya, Lutfi Zulkifli, mengaku sangat bangga meski duka yang kini dirasakannya tak dapat dibantah. Lutfi mengungkapkan bahwa Safriel sempat mendapatkan beasiswa kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), namun ia memilih放弃 kesempatan tersebut demi bekerja. “Semasa hidup, Safriel anaknya pendiam dan tidak neko-neko. Bahkan anak saya ini merelakan beasiswa kuliah di Unesa, Surabaya, namun memilih bekerja,” ujar Lutfi.

Korban kebakaran bromo terakhir menghubungi keluarganya pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, ia mengaku sedang memantau perkembangan api di kawasan Bromo. Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, keluarga sudah kehilangan kabar. Kabar duka akhirnya diterima pada Kamis petang ketika Safriel masuk dalam daftar korban tewas akibat karhutla.

Keluarga mulai mempertanyakan alasan di balik keterlibatan Safriel dalam upaya pemadaman. Ia diketahui bekerja sebagai teknisi di Artotel dan tidak memiliki tugas resmi dalam penanggulangan kebakaran hutan. “Keluarga berharap ada penjelasan dari pihak terkait, kenapa anak saya yang sebagai teknisi di Artotel bisa ikut memadamkan api,” imbuhnya.

Pelatih panjat tebing Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, menceritakan bahwa Safriel merupakan atlet yang aktif berlatih dan disenangi oleh teman-teman sekomunitasnya. Ia termasuk atlet langganan meraih medali dalam berbagai kejuaraan. Ia juga tengah disiapkan untuk memperkuat Kota Probolinggo di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 dengan target emas.

Kepergian Safriel turut menyisakan duka mendalam bagi seluruh komunitas panjat tebing di Probolinggo. Iwan menegaskan bahwa Safriel memang merupakan sosok yang selalu hadir pada kegiatan rutin setiap Jumat. “Dia disenangi anak-anak FPTI, bahkan ikut melatih juga. Almarhum ini sebelumnya atlet langganan medali. Bahkan sebelumnya saya semangati untuk bisa menargetkan medali emas pada Porprov Jatim 2027 mendatang,” terang Iwan.

Karhutla yang menewaskan Safriel terjadi di kawasan Lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Petugas gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), relawan, serta karyawan Artotel terlibat dalam upaya pemadaman. Namun, kobaran api meluas hingga menyebabkan enam orang terjebak. Empat di antaranya tewas, sedangkan dua lainnya mengalami luka bakar serius.

Sampai kini, duka masih menyelimuti keluarga Safriel. Proses pemakaman korban kebakaran bromo berjalan khidmat dengan penuh haru. Turut hadir dalam prosesi tersebut kerabat, rekan kerja, dan juga kawan-kawan olahraga panjat tebing yang merasa kehilangan seorang atlet berbakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *