Kader Posyandu Dibekali Cegah ATM oleh Baznas Probolinggo

Kader Posyandu Dibekali Cegah ATM oleh Baznas Probolinggo
Kader Posyandu Dibekali Cegah ATM oleh Baznas Probolinggo

Pasuruan Terkini – Baznas Kabupaten Probolinggo Perkuat Pencegahan ATM Bagi Kader Posyandu melalui edukasi kolaboratif bersama Dinas Kesehatan setempat. Kegiatan ini menyasar 100 kader pos pelayanan terpadu dari empat kecamatan. Tujuannya memperkuat peran kader dalam menekan penyebaran AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di wilayah tersebut.

Edukasi berlangsung di Aula RM Masada, Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan. Peserta berasal dari Kecamatan Kraksaan, Pajarakan, Krejengan, dan Gending. Acara dibuka langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, H. Ahmad Muzammil, bersama jajaran komisioner.

Materi Pencegahan dari Tenaga Medis

Pemaparan materi disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Probolinggo, dr. Syahrudi. Keduanya membekali kader dengan pengetahuan praktis seputar pencegahan ATM di tingkat komunitas.

Ia menjelaskan, program kesehatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi Rencana Kegiatan Anggaran Tahunan (RKAT) Baznas Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Evaluasi menyoroti program yang belum terlaksana, termasuk yang berkaitan dengan Dinas Kesehatan.

“Setelah dibuka RKAT-nya, ini ada suatu program yang kaitannya dengan Dinas Kesehatan. Karena sebelumnya Baznas ini juga sering diundang oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ataupun Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo kaitannya dengan ATM. Bagaimana supaya Baznas juga ikut ambil bagian di dalam proses pencegahan terhadap ATM,” katanya.

Pembagian Wilayah Pelaksanaan Program

Muzammil menuturkan, Baznas Kabupaten Probolinggo sebelumnya telah beberapa kali terlibat dalam kegiatan bersama Dinas Kesehatan, baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Probolinggo. Melalui hasil rapat pleno, Baznas menyepakati pelaksanaan program ini dengan pembagian wilayah kegiatan.

Selain wilayah timur, kegiatan serupa akan dilaksanakan di wilayah bagian barat Kabupaten Probolinggo. Untuk wilayah barat, program yang diminta Dinkes tidak hanya berkaitan dengan pencegahan ATM. Namun juga diarahkan pada persoalan kesehatan lainnya, termasuk tingginya angka kematian ibu dan bayi yang salah satunya berkaitan dengan faktor perkawinan dini.

“Untuk wilayah barat nanti akan kita laksanakan di bulan Nopember 2026,” lanjutnya.

Muzammil menegaskan sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian Baznas dalam mendukung peningkatan IPM Kabupaten Probolinggo. Terdapat tiga komponen yang saling berkaitan dalam peningkatan IPM dan penanganan kemiskinan, meliputi kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat.

“Karena di IPM, kemiskinan itu akan bisa teratasi dengan adanya tiga komponen tersebut. Di antaranya kesehatan, Pendidikan dan daya beli masyarakat. Dan ini yang menjadi fokus di bidang kesehatan,” jelasnya.

Beragam Bantuan Kesehatan yang Telah Berjalan

Dalam bidang kesehatan, Baznas Kabupaten Probolinggo selama ini telah memberikan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut antara lain berupa dukungan biaya hidup bagi masyarakat tidak mampu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain itu, Baznas juga membantu memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat tidak mampu yang harus menjalani pengobatan ke luar daerah, seperti Surabaya, Malang, dan Jember.

Selain bidang kesehatan, Baznas Kabupaten Probolinggo juga terus melaksanakan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dalam berbagai program. Sementara untuk mendukung peningkatan daya beli masyarakat, Baznas melaksanakan program pemberdayaan ekonomi umat.

Program tersebut antara lain melalui Qardhul Hasan serta bantuan sarana pendukung usaha bagi masyarakat. Bantuan diberikan berdasarkan permohonan masyarakat yang terlebih dahulu dilakukan survei untuk memastikan kelayakan dan kebutuhan penerima manfaat.

Muzammil berharap berbagai program dan kolaborasi yang dilaksanakan Baznas Kabupaten Probolinggo dapat memberikan kontribusi dalam mendukung peningkatan IPM Kabupaten Probolinggo. Peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat diharapkan memberikan dampak terhadap upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo.

“Harapannya dengan adanya kegiatan pada hari ini, bagaimana supaya juga mendongkrak dan membantu dalam rangka peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Probolinggo. Kalau angka IPM-nya meningkat, maka kemiskinan juga akan mempengaruhi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *