Pasuruan Terkini – Surabaya – Jaringan pelajar putri Nahdlatul Ulama di Jawa Timur resmi memperkuat kerja sama strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional perwakilan provinsi setempat. IP NU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim menjadi fokus utama dalam pertemuan yang digelar di Kantor BAZNAS Jawa Timur, Selasa (6/10). Langkah ini diharapkan dapat membuka pintu akses pendidikan bagi generasi muda berprestasi yang terhambat kondisi ekonomi.
Pertemuan silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin, didampingi Wakil Ketua III Amirotul Mukminah, Wakil Ketua II Afif Amrullah, serta Wakil Ketua IV Syarif Hidayatullah. Dari pihak PW IPPNU Jawa Timur, ketuanya Aprilia hadir menyampaikan niat baik untuk membangun sinergi berkelanjutan di berbagai bidang.
Aprilia menyoroti bahwa jaringan organisasi mereka telah menjangkau seluruh pelosok Jawa Timur melalui 705 Pimpinan Anak Cabang, 2.661 Pimpinan Ranting, dan 631 Pimpinan Komisariat. Dari jutaan kader yang tersebar itu, PW IPPNU mendata banyak pelajar berpotensi namun terkendala biaya sekolah bahkan hingga perguruan tinggi. IPPNU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim dipandang sebagai terobosan nyata menjawab masalah tersebut.
“Banyak di antara mereka yang memiliki talenta dan skill bagus, tetapi terkendala biaya sekolah. Ada juga yang memiliki keinginan kuat dan kemampuan baik, tetapi tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena faktor ekonomi,” jelas Aprilia saat ditemui di kantor BAZNAS.
Menanggapi hal tersebut, Mohammad Ghofirin menilai kolaborasi ini sangat selaras dengan sembilan Nawa Pradana BAZNAS Jatim. Ia menekankan bahwa program Jatim Cerdas yang mencakup SKSS hingga GEMAZ, serta Gerakan Manasik Zakat, akan semakin efektif jika dijalankan bersama jaringan IPPNU yang telah ada hingga tingkat ranting dan komisariat.
Ghofirin menambahkan bahwa kekuatan utama IPPNU terletak pada jaringannya yang masif dan terjangkau di berbagai daerah. Hal ini memungkinkan edukasi dan literasi zakat menjangkau kalangan pelajar secara lebih luas. Selain itu, dukungan ekonomi untuk pelajar berpotensial dapat disalurkan lebih tertarget melalui mekanisme yang sudah ada di BAZNAS.
Dari hasil pertemuan, kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi akan difokuskan pada empat ranah utama. Pertama, penguatan sektor pendidikan melalui program beasiswa dan bantuan biaya studi. Kedua, peningkatan literasi zakat di kalangan pelajar dan kampus. Ketiga, pengembangan potensi dan keterampilan kader IPPNU. Keempat, pemberdayaan pelajar di berbagai daerah di Jawa Timur secara menyeluruh.
IP NU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim ini dijadwalkan akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman. Melalui langkah konkret tersebut, kedua pihak berharap dapat menghasilkan program-program nyata yang berdampak langsung pada perbaikan kualitas pendidikan dan kemandirian generasi muda Jawa Timur.













