Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kranjingan Didatangi Tim Home Care Jember, Hipertiroid Jadi Sorotan

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan TerkiniIbu Hamil Risiko Tinggi di Kranjingan Didatangi Tim Home Care Jember menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Jember dalam memberikan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat lingkungan. Kunjungan itu menyasar dua warga di Lingkungan Langsepan dan Sumber Salak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, pada Jumat (11/9/2026). Tim medis Puskesmas Gladak Pakem bergerak bersama jajaran kecamatan, kelurahan, dan OPD Pemkab Jember untuk memastikan kondisi ibu hamil berisiko tinggi terpantau dengan baik.

Salah satu penerima layanan adalah seorang ibu hamil dengan usia kandungan 32 minggu yang memiliki riwayat hipertiroid. Kondisi tersebut memerlukan pemantauan rutin karena dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan ibu maupun janin. Layanan Home Care hadir sebagai solusi bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

Lurah Kranjingan, Ica Ghea Hernawati, menyatakan bahwa pihak kelurahan turut mendampingi kegiatan tersebut bersama Kepala Puskesmas Gladak Pakem, Dinas Perpustakaan, dan Kabag Prokopim. “Layanan Home Care ini untuk memastikan ibu hamil tersebut mendapat layanan kesehatan yang semestinya,” ujarnya. Menurut Ica, pendekatan jemput bola memudahkan pemerintah memantau kondisi warga secara langsung tanpa menunggu mereka datang ke fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Gladak Pakem, dr. Tunsiyah, menjelaskan bahwa ibu hamil dengan riwayat hipertiroid membutuhkan pengawasan berkala. “Ibu hamil yang kami kunjungi hari ini memiliki usia kehamilan 32 minggu, di mana yang bersangkutan memiliki riwayat hipertiroid. Ini sangat berisiko bagi kelahirannya. Anak yang dilahirkan bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan jika tidak ditangani sejak awal,” tuturnya. Tunsiyah bersyukur kondisi pasien masih dapat dipantau dengan baik karena yang bersangkutan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan setiap bulan.

Bagi warga sekitar, kehadiran tim Home Care memberikan rasa aman. Miskiyah, warga Lingkungan Langsepan, mengungkapkan bahwa tetangganya yang tengah mengandung anak pertama memang memiliki riwayat gangguan kesehatan yang semakin sering kambuh selama kehamilan. “Tetangga saya ini sudah hamil delapan bulan dan ini merupakan kehamilan pertamanya. Memang yang bersangkutan sejak kecil mengalami sakit pada syarafnya, cuma dulu tidak parah. Tapi sejak hamil ini sangat parah dan sering kambuh,” ungkap Miskiyah.

Ia berharap pemantauan melalui Home Care dapat membantu ibu dan bayi hingga proses persalinan. “Alhamdulillah dengan adanya Home Care, bisa mendapatkan perawatan yang bagus. Semoga kelahirannya nanti bisa lancar, ibu dan bayinya diberi kesehatan dan keselamatan,” pungkasnya.

Program Home Care yang menyasar ibu hamil risiko tinggi ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada lansia dengan penyakit kronis. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Puskesmas Gladak Pakem berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi saat persalinan. Dengan kunjungan langsung ke rumah, deteksi dini terhadap komplikasi kehamilan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan OPD terkait memperkuat implementasi layanan kesehatan berbasis komunitas. Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kranjingan Didatangi Tim Home Care Jember menjadi contoh bagaimana sinergi tersebut bekerja di lapangan. Masyarakat pun merasakan manfaat nyata berupa perhatian dan pendampingan kesehatan yang lebih personal.

Ke depan, diharapkan layanan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak ibu hamil berisiko tinggi di wilayah lain. Pemantauan rutin dan edukasi kesehatan menjadi kunci untuk menekan angka komplikasi kehamilan. Dengan begitu, keselamatan ibu dan bayi dapat lebih terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *