Pasuruan Terkini – Jember – Ribuan manusia memadati Alun-Alun Kecamatan Tanggul pada Sabtu (5/9/2026) sejak pagi hari. Mereka berkumpul untuk mengikuti Tajemtra 2026, sebuah gerak jalan tradisional yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, perhelatan tersebut mencatat rekor peserta terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraannya sejak era 1970-an. Sebanyak 25.613 orang tercatat ambil bagian dalam gerak jalan yang menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari Tanggul menuju pusat Kota Jember.
Sempat Diinfus Bupati Fawait Tetap Turun Memimpin 25 Ribu Peserta Tajemtra menjadi sorotan utama dalam acara yang berlangsung meriah ini. Meskipun dalam kondisi kesehatan yang tidak prima, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menunjukkan dedikasinya yang luar biasa dengan hadir langsung untuk melepas peserta dan berjalan bersama mereka. Kehadirannya di tengah lautan manusia tersebut membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat tidak pernah surut.
Fawait mengungkapkan bahwa sebelum menuju lokasi, ia masih menjalani perawatan dengan infus. Namun, tekadnya untuk membersamai masyarakat Jember dari berbagai lapisan, mulai dari kecamatan, puskesmas, sekolah, hingga rumah sakit, membuatnya memilih untuk tetap hadir. “Tadi saya masih diinfus. Saya bilang, saya enggak mungkin tidak membersamai orang-orang dan masyarakat Jember dari kecamatan, dari puskesmas, dari sekolah, dari rumah sakit, dan dari semuanya,” ujarnya di hadapan peserta.
Dalam sambutannya yang penuh semangat di bawah terik matahari, Fawait membakar motivasi para peserta. “Saya akan membersamai kalian-kalian semua. Kita jalan bareng-bareng dari sini ya! Berikhtiar sampai Alun-Alun Jember. Soal nasib, wallahu a’lam. Tapi yang jelas, kita akan berangkat bareng-bareng,” pekiknya. Pesan ini disambut antusiasme luar biasa dari ribuan peserta yang siap menempuh perjalanan panjang.
Lebih dari sekadar ajang adu ketahanan fisik, Fawait mengingatkan bahwa Tajemtra memiliki filosofi gotong royong. Ia menekankan pentingnya saling membantu antar peserta, terutama jika ada yang mengalami kelelahan atau pingsan. “Kalau ada yang semaput harus saling bantu, karena Tajemtra ini filosofinya adalah gotong royong,” katanya. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi inti dari tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Jember.
Partisipasi masyarakat dalam Tajemtra tahun ini mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah peserta tercatat 15.155 orang, dan pada 2025 jumlahnya hampir sama, yakni 15.171 orang. Namun, pada 2026 ini, angka tersebut melonjak drastis menjadi 25.613 peserta. Fawait menyebut capaian ini sebagai rekor terbesar dalam sejarah Tajemtra. “Dan berdasarkan data dari OPD, Tajemtra terbanyak dan terbesar pesertanya adalah tahun 2026,” ungkapnya dengan bangga.
Gerak jalan ini dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dari Alun-Alun Tanggul. Para peserta akan menempuh rute sepanjang 30 kilometer menuju garis finis di Alun-Alun Jember. Panjangnya rute dan teriknya matahari tidak menyurutkan semangat para peserta, yang sebagian besar sudah mempersiapkan diri dengan matang. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah, hingga instansi vertikal.
Bupati Fawait sendiri berkomitmen untuk berjalan bersama peserta, setidaknya pada awal pemberangkatan. Meskipun kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih, ia bertekad untuk memberikan contoh kepemimpinan yang dekat dengan rakyat. “Enggak usah panjang-panjang, kita jalan bareng-bareng ya!” ujarnya singkat, namun sarat makna. Pernyataan ini kembali menegaskan bahwa Sempat Diinfus Bupati Fawait Tetap Turun Memimpin 25 Ribu Peserta Tajemtra adalah bukti nyata dedikasi seorang pemimpin.
Momen Sempat Diinfus Bupati Fawait Tetap Turun Memimpin 25 Ribu Peserta Tajemtra menjadi inspirasi bagi banyak orang. Banyak peserta yang mengaku terharu melihat kegigihan bupati mereka. Salah seorang peserta, Andik, mengungkapkan kekagumannya. “Pak Bupati luar biasa. Meskipun sakit, beliau tetap semangat memimpin kami. Ini memotivasi kami untuk menyelesaikan gerak jalan ini dengan baik,” tuturnya.
Tajemtra bukan sekadar acara tahunan, melainkan simbol persatuan dan kegotongroyongan masyarakat Jember. Dengan jumlah peserta yang mencapai 25 ribu lebih, acara ini juga menjadi daya tarik wisata dan ekonomi bagi daerah. Para pedagang kaki lima dan UMKM setempat kebanjiran rezeki di sepanjang rute yang dilalui peserta.
Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari ini diharapkan dapat berjalan lancar dan aman. Panitia telah menyiapkan pos-pos kesehatan di beberapa titik untuk mengantisipasi peserta yang mengalami kelelahan. Petugas keamanan dari kepolisian dan TNI juga dikerahkan untuk memastikan kelancaran acara.
Sempat Diinfus Bupati Fawait Tetap Turun Memimpin 25 Ribu Peserta Tajemtra menjadi bukti bahwa pemimpin yang sehat secara fisik maupun mental adalah aset berharga bagi masyarakat. Kegigihan dan dedikasinya dalam memimpin gerak jalan tradisional ini akan selalu dikenang sebagai momen bersejarah dalam penyelenggaraan Tajemtra. Semangat gotong royong yang ditanamkan oleh Bupati Fawait diharapkan dapat terus hidup dalam diri setiap warga Jember, tidak hanya selama acara ini berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.


