Pasuruan Terkini – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo periode 2026–2030 resmi dikukuhkan di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Jalan Ahmad Yani Nomor 23, Kota Probolinggo, pada Kamis (1/10/26) sore. Pelantikan ini menandai dimulainya kerja kepengurusan anyar yang dinahkodai Reno Handoyo. Dalam momen tersebut, KONI Probolinggo Dilantik Bupati Gus Haris Beri Tantangan Tembus 15 Besar Porprov Jatim menjadi sorotan utama.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris, yang akrab disapa Gus Haris, menaruh harapan besar kepada jajaran pengurus baru. Ia ingin Kabupaten Probolinggo mampu mendobrak posisi 15 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan datang. Bahkan, Gus Haris menyebut hasil yang lebih tinggi bukan hal mustahil asalkan persiapan dan strategi dijalankan dengan tepat.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo tersebut menyoroti jumlah cabang olahraga yang disiapkan daerah. Dari 71 cabang olahraga yang berlaga di Porprov Jatim, Kabupaten Probolinggo baru memiliki 44 cabang olahraga. Gus Haris meminta pengurus mempertimbangkan potensi tiap cabang dengan memperhatikan kemampuan anggaran daerah yang terbatas.
“Penentuan prioritas perlu dilakukan melalui klasifikasi dan strategi pembinaan yang terukur, termasuk mengidentifikasi cabang olahraga yang memiliki peluang meraih medali,” pesan Gus Haris. Pemetaan itu diharapkan membantu pengurus menentukan fokus pembinaan sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, menyadari tanggung jawab besar yang diemban kepengurusannya. Ia menekankan pentingnya kerja sama, sinergi, dan dukungan berbagai pihak dalam menjalankan program organisasi. Reno juga berkomitmen meningkatkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Selain itu, pembinaan atlet usia dini dan atlet berprestasi akan diperkuat melalui program latihan yang terstruktur. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional,” ujar Reno. Ia pun menekankan perlunya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, serta pihak swasta untuk mendukung penyediaan sarana, prasarana, dan pendanaan olahraga.
“Kami berharap Bupati Probolinggo, Ketua KONI Jawa Timur, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga memberikan bimbingan serta dukungan agar kepengurusan baru mampu membawa atlet Kabupaten Probolinggo meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional,” bebernya.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil meminta pengurus KONI Kabupaten Probolinggo memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan menyusun strategi pembinaan yang berorientasi pada potensi prestasi. Menurut Nabil, KONI memiliki peran penting dalam membawa nama baik daerah melalui bidang olahraga.
Karena itu, pengurus diminta berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten serta melakukan evaluasi terhadap cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan medali. “Petakan cabang olahraga unggulan dan nomor pertandingan yang berpeluang menghasilkan medali. Pemetaan perlu didukung pemeriksaan data dan evaluasi langsung terhadap masing-masing cabang olahraga, bukan hanya berdasarkan laporan yang diterima,” sampainya.
Nabil memuji peringkat Kabupaten Probolinggo dalam tiga penyelenggaraan Porprov yang mengalami peningkatan, dari posisi ke-29 menjadi ke-25, kemudian naik ke posisi ke-19. “Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan untuk menyusun strategi menghadapi Porprov berikutnya. Saya membuka ruang komunikasi bagi pengurus KONI Kabupaten Probolinggo untuk melakukan pemetaan potensi atlet dan memperkirakan peluang perolehan medali,” Nabil menegaskan.
Dengan pelantikan ini, KONI Probolinggo Dilantik Bupati Gus Haris Beri Tantangan Tembus 15 Besar Porprov Jatim menjadi awal pelaksanaan program kerja kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Reno Handoyo. Seluruh pemangku kepentingan berharap target tersebut dapat terwujud melalui kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.



