Pasuruan Terkini – Angka Putus Sekolah di Lumajang Capai 5 763 ini Gebrakan Bupati menuai perhatian publik karena menunjukkan tingginya jumlah siswa yang berhenti belajar. Data terbaru mengungkapkan bahwa selama periode 2025 hingga September 2026, sebanyak 5.763 siswa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat berhenti bersekolah. Fenomena ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Berdasarkan angka resmi, pada tahun 2025 saja tercatat 3.999 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memutuskan untuk keluar dari sistem pendidikan. Sementara itu, dari Januari hingga September 2026, angka tersebut masih terus bertambah dengan mencapai 1.764 siswa lainnya. Rincian ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menjelaskan bahwa faktor ekonomi menjadi pendorong utama anak-anak meninggalkan bangku sekolah. Namun, masalah ini tidak hanya sebatas keterbatasan biaya pendidikan semata. Sebagian besar anak sebenarnya tergiur dengan kesempatan bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri di usia dini.
Kawasan pertambangan dan perkebunan menjadi sasaran pilihan banyak anak untuk bekerja. Upah harian di sektor pertambangan bisa mencapai Rp150.000 hingga Rp200.000. Apabila dihitung selama satu bulan penuh, pendapatan itu setara dengan Rp4,5 juta hingga Rp6 juta per bulan. Jumlah tersebut cukup menggiurkan bagi remaja yang akhirnya lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan.
“Banyak orang tua kurang memberikan dukungan agar anaknya tetap sekolah. Mereka justru mendorong anak untuk mencari nafkah lebih cepat,” ujar Indah saat ditemui di Lumajang, Jumat, 23 Oktober 2026.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah terus berupaya mengembalikan anak-anak putus sekolah agar kembali mengikuti pendidikan formal. Hingga saat ini, sebanyak 184 anak berhasil kembali bersekolah pada tahun 2026. Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Lumajang dalam menurunkan Angka Putus Sekolah di Lumajang Capai 5 763 ini Gebrakan Bupati menjadi lebih rendah ke depannya.
Indah menekankan bahwa pekerjaan di sektor tambang bukanlah jalan hidup yang kekal. Para anak harus memahami bahwa pendidikan merupakan kunci untuk memperbaiki kualitas hidup mereka di masa depan. Pemerintah juga meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan, untuk berperan aktif dalam mengingatkan pentingnya sekolah.
Dukungan keluarga menjadi faktor krusial agar anak tidak terjebak pada pilihan menghasilkan uang jangka pendek. Keluarga diharapkan dapat menjadi penghalau godaan bekerja dini dan instead memotivasi anak untuk terus menimba ilmu. Dengan sinergi seluruh pihak, harapan menurunkan Angka Putus Sekolah di Lumajang Capai 5 763 ini Gebrakan Bupati menjadi kenyataan dapat tercapai.
| Tahun/Periode | Jumlah Siswa | Jenjang |
|---|---|---|
| 2025 | 3.999 | SD dan SMP |
| Januari–September 2026 | 1.764 | SD dan SMP |
| Total | 5.763 | SD dan SMP |
| Sudah Kembali Sekolah (2026) | 184 | SD dan SMP |
Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi program reintegrasi pendidikan bagi siswa putus sekolah. Berbagai langkah strategis telah disusun untuk menekan angka tersebut secara bertahap dan berkelanjutan.













