Pasuruan Terkini – Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat menangani dampak kebakaran di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Dalam kaitan Pipa Air Rusak akibat Kebakaran di Jatiarjo Pemkab Pasuruan Siapkan Anggaran Rp1 Miliar, dana besar disiapkan guna memulihkan layanan air bersih warga.
Anggaran sekitar Rp1 miliar itu akan dipakai memperbaiki jaringan pipa distribusi yang meleleh akibat panas api. Perbaikan dijadwalkan mulai dikerjakan pekan depan.
Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, menjelaskan bahwa kerusakan terparah berada pada jaringan pipa distribusi di Desa Jatiarjo. Panas api membuat sejumlah pipa meleleh sehingga tak lagi berfungsi normal.
Penjelasan tersebut disampaikan Eko saat mendampingi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo meninjau lokasi terdampak kebakaran pada Senin (19/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan tepat sasaran.
Rincian Kerusakan Jaringan Pipa
Berdasarkan pendataan teknis, jaringan pipa yang terdampak terdiri atas tiga ukuran berbeda. Masing-masing mengalami tingkat kerusakan yang tidak sama.
- Pipa berdiameter 5 inci: rusak ringan pada bagian sambungan.
- Pipa berdiameter 3 inci sepanjang 750 meter: rusak berat akibat meleleh.
- Pipa berdiameter 2 inci sepanjang 3.700 meter: rusak berat akibat meleleh.
Dua jaringan pipa berukuran lebih kecil itulah yang menjadi fokus utama perbaikan. Keduanya mengalami kerusakan berat karena terkena panas api.
“Pipa yang mengalami kerusakan berat itu segera kita tangani. Insyaallah minggu depan sudah kita mulai,” kata Eko.
Ia menegaskan, penanganan jaringan pipa di Desa Jatiarjo menjadi prioritas. Tujuannya agar distribusi air bersih kepada masyarakat kembali berjalan normal.
Kondisi Berbeda di Desa Tambaksari
Sementara itu, kondisi jaringan pipa di Desa Tambaksari relatif berbeda. Menurut Eko, kerusakan di wilayah tersebut tidak membutuhkan penggantian pipa dalam skala besar.
Perbaikan di Tambaksari hanya dilakukan melalui pemeliharaan pada bagian sambungan pipa yang mengalami kerusakan. Dengan begitu, kebutuhan penanganannya jauh lebih ringan dibanding Jatiarjo.
Pemkab Pasuruan memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan perbaikan jaringan pipa yang rusak berat mencapai sekitar Rp1 miliar. Dana tersebut direncanakan bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pipa Air Rusak akibat Kebakaran di Jatiarjo Pemkab Pasuruan Siapkan Anggaran Rp1 Miliar agar pelayanan air bersih segera pulih. Percepatan perbaikan diharapkan mengembalikan layanan distribusi bagi warga terdampak, terutama di Desa Jatiarjo dan sekitarnya.
Dengan penanganan yang cepat, masyarakat yang sempat terdampak kebakaran dapat kembali menikmati aliran air bersih secara normal. Pemerintah daerah pun berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.













