Pasuruan Terkini – Keluarga warga Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan tengah menghadapi masa-masa penuh keterbatasan. Usai Operasi Usus Melintir Sulastri Tak Bisa Bekerja Keluarga Bertahan dengan Kondisi Serba Terbatas menjadi gambaran nyata perjuangan hidup mereka sehari-hari.
Sulastri, perempuan kelahiran 1981 itu, menjalani operasi usus melintir pada Senin keduaSeptember 2026 silam. Prosedur medis ini melibatkan pemotongan bagian usus yang melintir kemudian disambung kembali. Tepat sehari sebelum diwawancarai, Selasa 15 September 2026, ia juga baru menyelesaikan pemeriksaan kontrol rutin di fasilitas kesehatan.
Sebelum mengalami sakit, Sulastri merupakan tulang punggung satu-satunya keluarga. Ia bekerja dengan sistem borongan di sebuah pabrik triplek milik warga Desa Gerongan, Kecamatan Kraton. Setiap harinya, penghasilan yang diraih berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp90 ribu. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keempat anaknya bersama sang suami.
Namun, sejak operasi berlangsung, segala aktivitas kerja harus dihentikan total. Dokter menyarankan istirahat total selama sekitar satu bulan agar proses pemulihan berjalan optimal. Sulastri kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sederhana berbahan kayu dan material seadanya di kawasan Kalimas Selatan.
Pasangan Hidup Pun Menderita Beban Ganda
Kondisi ekonomi semakin berat mengingat sang suami, Solehudin (40), juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Beberapa tahun lalu, Solehudin mengalami kecelakaan berat yang mengharuskannya menjalani operasi otak. Dampak dari kecelakaan tersebut cukup serius terhadap kondisi fisiknya saat ini.
Solehudin kini tidak mampu melakukan pekerjaan fisik berat apa pun. Penglihatannya juga mulai menurun sehingga menguras produktivitas kerja. Untuk menutupi kekurangan dapur, ia sesekali berkeliling menemui tetangga maupun teman dekat untuk mendapatkan pekerjaan kecil. Pernah juga ia menerima tawaran pekerjaan jasa pijat sebagai sumber penghasilan tambahan yang sangat minim.
Empat Anak dalam Situasi Rumit
Keluarga kecil ini mempunyai empat orang anak dengan situasi masing-masing cukup memprihatinkan. Salah seorang anak kini dititipkan kepada saudara karena kendala ekonomi. Seorang anak lainnya terpaksa putus sekolah akibat ketidakmampuan biaya pendidikan. Dua anak lain masih lanjut bersekolah di tingkat SMP kelas 3 dan SD kelas 4.
Rumah tempat tinggal mereka tampak usang. Sebagian besar barang-barang perkakas di sekitar rumah merupakan barang rongsokan atau pemberian dari orang lain yang masih layak pakai. Sulastri mengaku bahwa kondisi ini memang harus mereka terima sebagai bagian dari kenyataan hidup yang sedang diujikan.
Harapan Pulih dan Kembali Bekerja
Di tengah segala keterbatasan, Sulastri masih menyimpan harapan besar. Ia berharap tubuhnya segera pulih total sehingga dapat kembali bekerja di pabrik triplek seperti sedia kala. Selama ini, gaji borongannya menjadi satu-satunya sumber pendapatan utama keluarga.
Sementara itu, Solehudin juga terus berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan fisik terbarunya. Keduanya berusaha bertahan semampunya selama proses pemulihan masih berjalan. Usai Operasi Usus Melintir Sulastri Tak Bisa Bekerja Keluarga Bertahan dengan Kondisi Serba Terbatas benar-benar menggambarkan realita kehidupan mereka saat ini yang serba terbatas namun tak pernah habis berjuang.







