Belanja Daerah Kota Pasuruan Naik Rp15,56 Miliar di Raperda P-APBD 2026

Belanja Daerah Kota Pasuruan Naik Rp15,56 Miliar di Raperda P-APBD 2026
Belanja Daerah Kota Pasuruan Naik Rp15,56 Miliar di Raperda P-APBD 2026

Pasuruan Terkini – PASURUAN – Wali Kota Pasuruan, Dr. Adi Wibowo, S.TP., M.Si (Mas Adi), menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna I DPRD Kota Pasuruan, Senin (07/09/2026). Dalam penyampaian tersebut, terungkap bahwa belanja daerah naik menjadi Rp936,55 miliar, meningkat Rp15,56 miliar dari APBD awal sebesar Rp920,99 miliar. Kenaikan ini bertujuan untuk mendukung program prioritas pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Pasuruan ini menjadi ajang bagi Mas Adi untuk memaparkan secara rinci postur APBD perubahan. Penyesuaian dilakukan baik pada sisi pendapatan maupun belanja, dengan harapan dapat mengakomodasi kebutuhan pembangunan yang lebih optimal. Total pendapatan daerah diproyeksikan naik Rp1,76 miliar, dari Rp802,37 miliar menjadi Rp804,13 miliar. Kenaikan ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat tipis dari Rp217,210 miliar menjadi Rp217,215 miliar, serta pendapatan transfer yang naik Rp1,75 miliar menjadi Rp585,32 miliar. Sementara itu, lain-lain pendapatan yang sah tetap sebesar Rp1,59 miliar.

Di sisi belanja, komposisi belanja operasi mendominasi dengan alokasi Rp834,84 miliar atau 89,14 persen dari total belanja. Belanja modal juga mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp5,11 miliar menjadi Rp99,09 miliar, yang setara 10,58 persen dari total belanja. Adapun Belanja Tidak Terduga (BTT) dialokasikan sebesar Rp2,61 miliar atau 0,28 persen. Dengan adanya perubahan ini, Pemerintah Kota Pasuruan berharap pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik sepanjang tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Wali Kota Pasuruan menegaskan bahwa penyampaian Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD 2026 merupakan bagian dari tahapan pembahasan bersama DPRD. Setelah nota ini disampaikan, DPRD akan melakukan pembahasan lebih lanjut sebelum Raperda ditetapkan menjadi peraturan daerah. Proses ini diharapkan berjalan transparan dan partisipatif, sehingga hasil akhirnya benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat. Belanja daerah naik jadi Rp936,55 miliar menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor-sektor prioritas.

Kenaikan belanja daerah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi lokal. Dengan tambahan anggaran belanja modal, diharapkan berbagai proyek fisik dapat segera direalisasikan, seperti perbaikan jalan, pembangunan fasilitas umum, dan peningkatan sarana prasarana lainnya. Selain itu, alokasi belanja operasi yang besar juga menunjukkan fokus pada pelayanan administrasi dan operasional pemerintahan yang optimal.

Pemerintah Kota Pasuruan optimistis bahwa perubahan APBD ini akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya Wali Kota Pasuruan sampaikan Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD 2026, belanja daerah naik jadi Rp936,55 miliar, diharapkan seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target. Masyarakat pun diharapkan turut mengawal jalannya pembangunan agar hasilnya benar-benar dirasakan. Keterlibatan DPRD dalam pembahasan menjadi kunci untuk memastikan anggaran digunakan secara efisien dan sesuai prioritas.

Sebagai kota yang terus berkembang, Kota Pasuruan membutuhkan perencanaan anggaran yang matang dan responsif terhadap dinamika kebutuhan. Penyesuaian APBD ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap rupiah belanja memberikan manfaat maksimal. Dengan semangat gotong royong dan transparansi, pemerintah dan DPRD berkomitmen mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel. Masyarakat diharapkan mendukung penuh kebijakan ini dan memberikan masukan konstruktif demi kemajuan Kota Pasuruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *