Berita  

Sampah Sungai Gembong Capai 1 Ton Per Hari, Pemkot Minta Warga Hentikan Buang Sampah Sembarangan

Sampah Sungai Gembong Capai 1 Ton Per Hari, Pemkot Minta Warga Hentikan Buang Sampah Sembarangan
Sampah Sungai Gembong Capai 1 Ton Per Hari, Pemkot Minta Warga Hentikan Buang Sampah Sembarangan

Pasuruan Terkini – KOTA PASURUAN — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan tengah gencar mengoptimalkan penggunaan trash rack motor dan trashboom guna percepatan evakuasi material limbah padat di badan sungai. Berdasarkan catatan penimbangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blandongan per September 2026, volume sampah hasil operasiasi Sungai Gembong tercatat berkisar antara 0,3 hingga 1 ton setiap harinya.

Fenomena tumpukan material limbah di kawasan hilir bukan sekadar persoalan estetika. Dampak yang lebih serius meliputi munculnya bau busuk, gangguan kenyamanan masyarakat sekitar, hingga peningkatan potensi genangan dan limpahan air ketika debit sungai meningkat tajam.

Sebagai respons strategis, Pemkot Pasuruan melalui Dinas PUPR telah menginstal perangkat trashboom di dua titik krusial. Lokasi pertama berada di sisi utara Jembatan Jalan Slagah, sedangkan lokasi kedua terpasang di area Pelabuhan. Kedua titik ini dipilih karena menjadi jalur strategis aliran sampah menuju hilir.

Selain trashboom, unit trash rack motor juga telah dioperasikan sebagai inovasi yang diharapkan mampu mempercepat proses pengumpulan sampah di permukaan air. Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan, Gustap Purwoko, menjelaskan bahwa trashboom bekerja dengan cara menahan dan memusatkan sampah yang terbawa arus ke satu titik tertentu. Setelah terkumpul, petugas langsung mengangkat material tersebut ke darat.

“Dinas PUPR Kota Pasuruan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan trash rack motor dan trashboom untuk membantu mempercepat penanganan sampah, khususnya di kawasan hilir Sungai Gembong,” terang Gustap saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).

Gustap menambahkan bahwa kehadiran trash rack motor memangkas waktu pengangkatan sampah secara signifikan dibanding pendekatan konvensional manual. Sampah yang berhasil diangkat kemudian dimuat ke dalam armada mobil pick-up untuk diantar langsung ke TPA Blandongan.

Dari segi operasional, pengangkutan sampah di Sungai Gembong digelar intensif setiap hari tanpa pengecualian, mulai Senin hingga Minggu. Dalam satu hari, tim petugas melakukan dua kali jadwal penjemputan, yakni pada sesi pagi dan sesi siang hari.

Di samping penguatan sistem mekanis, Dinas PUPR juga menggelar kampanye preventif. Rambu-rambu imbauan pelarangan membuang sampah ke dalam badan sungai telah dipasang di berbagai titikrawan. Sosialisasi langsung juga disosialisasikan ke sejumlah permukiman yang berbatasan dengan bantaran sungai.

Meski demikian, Gustap menegaskan bahwa keunggulan teknologi sekeren apa pun tidak akan menghasilkan dampak optimal jika tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Realita di lapangan menunjukkan bahwa sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar yang dibuang warga ke saluran lingkungan, sehingga secara akumulatif terus-menerus masuk ke badan sungai.

“Teknologi dapat mengangkut sampah dari sungai, tetapi hanya kesadaran masyarakat yang dapat menghentikan sampah masuk ke sungai,” tegas Gustap. Ia mengajak seluruh warga Kota Pasuruan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Harapan besarnya, Sungai Gembong segera terbebas dari ancaman banjir, polusi, dan dapat kembali berfungsi layak seperti mestinya. “Diperlukan perubahan perilaku dan partisipasi aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Pasuruan untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Gembong, sebab sungai yang bersih merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *