Pasuruan Terkini – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Pasuruan mengajak generasi muda menelusuri sejarah dan kearifan lokal warisan leluhur. Ajakan ini diwujudkan lewat Dialog Kearifan Lokal Perjuangan Mbah Wongsopati. Kegiatan berlangsung di kawasan Makam Mbah Wongsopati, Grati, Kabupaten Pasuruan.
Mbah Wongsopati dikenal sebagai leluhur masyarakat Pasuruan wilayah timur. Kegiatan ini diikuti berbagai elemen, mulai dari Karang Taruna Desa Sumberdawesari, kader Gerakan Pemuda Ansor, Banser, hingga Pagar Nusa. Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya dialog.
Sejarah Lokal Jangan Terlupakan
Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Ahmad Bayhaqi Kadmi atau Gus Bay, menekankan pentingnya pengenalan sejarah lokal bagi generasi muda. Menurutnya, pemahaman sejarah tidak boleh hanya berfokus pada tokoh nasional. Sejarah harus dimulai dari lingkungan terdekat agar asal-usul daerah tidak dilupakan.
“Anak-anak Pasuruan jangan sampai mengetahui sejarah sampai ke luar negeri, tetapi tidak mengetahui sejarah lokalnya sendiri,” ungkap Gus Bay.
Ia menambahkan, keberagaman etnis dan budaya di Kabupaten Pasuruan merupakan kekuatan besar. Kekuatan itu harus terus dirawat melalui dialog dan pemahaman sejarah. Melalui kegiatan ini, FPK Kabupaten Pasuruan mengajak generasi muda menelusuri sejarah Mbah Wongsopati sebagai bagian dari identitas daerah.
Kaitan dengan Perang Jawa 1825–1830
Dalam paparannya, Gus Bay mengupas dugaan keterkaitan Mbah Wongsopati dengan laskar perjuangan Pangeran Diponegoro. Keterkaitan itu merujuk pada masa Perang Jawa tahun 1825–1830. Selepas perang berakhir, banyak pengikut Pangeran Diponegoro berpindah wilayah. Mereka menetap di daerah baru untuk mengembangkan kehidupan sosial dan keagamaan.
Kendati demikian, Gus Bay menegaskan kisah tersebut masih memerlukan pengujian bukti historis. Arsip dan penelitian mendalam dibutuhkan agar dapat divalidasi sebagai fakta sejarah yang sahih. Hal ini penting agar tidak sekadar menjadi cerita rakyat lisan.
Ia mendorong generasi muda dan komunitas setempat aktif mendokumentasikan peninggalan leluhur. Penelitian harus dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab. Dengan begitu, FPK Kabupaten Pasuruan mengajak generasi muda menelusuri sejarah Mbah Wongsopati sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.
Merawat Warisan Kearifan Lokal
Jajaran pengurus FPK Kabupaten Pasuruan berkomitmen terus menggali dan merawat warisan kearifan lokal. Langkah ini dinilai penting demi memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda. Dialog menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran sejarah.
Melalui kegiatan ini, FPK Kabupaten Pasuruan mengajak generasi muda menelusuri sejarah Mbah Wongsopati. Harapannya, generasi muda semakin mengenal akar budaya dan sejarah daerahnya. Identitas daerah pun tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman.













