Pasuruan Terkini – Pasuruan — Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit saluran pernapasan di tengah kondisi cuaca yang sedang berlangsung ekstrem. Imbauan ini muncul menyusul pemantauan influenza secara nasional yang terus dipantau ketat oleh otoritas kesehatan. Kasus ISPA secara keseluruhan dilaporkan mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, meski angka pasti masih dalam proses migrasi aplikasi pencatatan baru.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-36 tahun 2026, proporsi spesimen positif influenza mencapai 46 persen dari total 185 spesimen yang diperiksa di seluruh Indonesia. Angka ini menjadi perhatian serius bagi para ahli kesehatan masyarakat, terutama mengingat volatilitas cuaca yang semakin tidak menentu belakangan ini. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan potensi lonjakan kasus influenza di berbagai daerah, termasuk Pasuruan.
dr. Melina, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Pasuruan, menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah memperkuat upaya pencegahan melalui menjaga kebersihan diri, menerapkan etika batuk yang benar, serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Ia menjelaskan bahwa meskipun situasi cukup memprihatinkan, langkah-langkah preventif sederhana mampu menekan risiko penularan secara signifikan.
Untuk kasus Influenza tipe A, dr. Melina menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus di Kabupaten Pasuruan. Namun, peningkatan kasus ISPA secara keseluruhan tidak serta-merta mengindikasikan adanya inflownya Influenza A. Untuk mengonfirmasi jenis influenza secara spesifik, diperlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan diimbau untuk segera menggunakan masker guna mencegah penularan kepada orang lain di sekitar. dr. Melina mengingatkan agar yang sakit lebih sadar diri mengenakan masker, bukan sebaliknya membebani orang sehat untuk melakukannya. Pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit saluran pernapasan di tengah cuaca ekstrem saat ini.













