Wisata  

Gempol Makin Bersinar di Batik Khas Pasuruan

Gempol Makin Bersinar di Batik Khas Pasuruan
Gempol Makin Bersinar di Batik Khas Pasuruan

Pasuruan Terkini – Batik Khas Pasuruan kembali menjadi ajang prestisius bagi para perajin dan pemangku kepentingan budaya di Kabupaten Pasuruan. Fashion show dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Pasuruan masa bakti 2025–2030 menampilkan karya inovatif dari berbagai kecamatan, termasuk Gempol yang sukses mencuri perhatian dengan identitas khasnya.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (6/10/2026) ini sekaligus memperingati Hari Batik Nasional. Para camat dan pejabat daerah turun sebagai model memamerkan busana hasil karya perajin lokal, mengukuhkan bahwa pelestarian batik tidak berhenti pada produksi kain belaka.

Identitas Gempol Tercermin dalam Setiap Motif

Representasi Kecamatan Gempol dibawa oleh Hj. Lailatul Mariam, istri Camat Gempol Hadi Mulyono. Ia mengenakan gaun panjang berbahan batik tulis karya Batik Sekar Randu dari Desa Randupitu. Busana tersebut dirancang dengan cermat untuk mewakili sejarah, lingkungan, hingga karakter wilayah Gempol.

Motif bata merah menghiasi bagian dada, pinggang, hingga rok bawah, memberikan kesan arsitektural yang mengingatkan pada peninggalan bersejarah di Gempol. Desain ini juga memadukan ornamen flora dan buketan berupa bunga serta tanaman padi. Pada bagian bawah rok, terdapat ornamen bergelombang berwarna kebiruan yang menyerupai awan maupun air.

Selendang merah bermotif floral tradisional yang dibawa menambah kekayaan visual busana. Dari sisi belakang, desain menampilkan ilustrasi arca dan Candi Belahan di Desa Wonosunyo. Pemilihan Candi Belahan bukan tanpa maksud, melainkan upaya memperkenalkan peninggalan sejarah Gempol melalui medium batik.

Warisan Budaya Gempol di Tengah Fashion Show

Gempol terletak di kawasan lereng Gunung Penanggungan, sehingga unsur geografis dan alam menjadi inspirasi utama rancangan. Awan bergelombang berwarna keunguan serta motif bunga teratai dan daun melambangkan keindahan alam Gempol yang juga dikaitkan dengan peninggalan arkeologis setempat.

Untuk Batik Khas Pasuruan Tampilkan Identitas Gempol di Fashion Show, Camat Hadi Mulyono meminta Kepala Desa Randupitu Mochammad Fuad untuk terus mengembangkan batik yang mampu merepresentasikan karakter kecamatan. Konsep tersebut mendorong munculnya desain yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, alam, dan potensi desa-desa di wilayah Gempol.

Kelompok ibu-ibu PKK bersama warga Desa Randupitu merintis dan memproduksi Batik Sekar Randu secara mandiri sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif desa.

Prestasi dan Harapan ke Depan

Dalam lomba fashion show Batik Khas Pasuruan, perwakilan Kecamatan Gempol meraih Juara Harapan 3. Meskipun belum menempati posisi puncak, capaian ini menjadi ruang berharga bagi Batik Sekar Randu untuk dikenalkan pada tingkat kabupaten.

Kehadiran Batik Sekar Randu menjadi salah satu upaya membawa cerita tentang sejarah dan kekayaan Gempol ke ruang publik melalui karya ekonomi kreatif lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *