Berita  

Stasiun Probolinggo Cetak Rekor: 427 Ribu Penumpang per Agustus

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan Terkini – Berkat Commuter Line Supaspro Penumpang Stasiun Probolinggo Melonjak Signifikan sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Tercatat sebanyak 427.039 orang naik dan turun di Stasiun Probolinggo. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa kereta api kian menjadi tulang punggung mobilitas warga di kawasan timur Jawa Timur.

Angka tersebut melesat sekitar 67 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada tahun lalu, jumlah penumpang di stasiun yang sama hanya mencapai 265.312 orang. Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan perubahan pola perjalanan masyarakat.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa pertumbuhan penumpang menunjukkan kereta api telah menjadi bagian dari pilihan mobilitas harian masyarakat. Ia menambahkan kehadiran KA Commuter Line Supaspro memberi lebih banyak alternatif bagi pengguna transportasi publik. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 24 September 2026.

Pendorong Utama Lonjakan Penumpang

Ada sejumlah faktor yang membuat Berkat Commuter Line Supaspro Penumpang Stasiun Probolinggo Melonjak Signifikan. Sejak Mei 2026, terdapat 30 perjalanan kereta api yang dilayani melalui Stasiun Probolinggo. Salah satu layanan unggulan adalah Commuter Line Supaspro yang menghubungkan Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, dan wilayah sekitarnya.

Kehadiran kereta ini tidak hanya berorientasi pada perjalanan menuju tujuan akhir. Lebih dari itu, layanan tersebut menghubungkan berbagai pusat perekonomian, perdagangan, dan pariwisata. Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei hingga Agustus 2026, Commuter Line Supaspro tercatat telah melayani 165.717 penumpang.

Berikut rincian data penumpang Stasiun Probolinggo yang menjadi sorotan:

PeriodeJumlah Penumpang
Januari–Agustus 2025265.312 orang
Januari–Agustus 2026427.039 orang
Mei–Agustus 2026 (Commuter Line Supaspro)165.717 orang

Pariwisata dan Ekonomi Ikut Terdongkrak

Faktor lain yang turut mendorong peningkatan jumlah penumpang adalah sektor pariwisata. Stasiun Probolinggo menjadi salah satu akses transportasi menuju sejumlah destinasi wisata di wilayah Probolinggo dan sekitarnya, termasuk kawasan Gunung Bromo. Kemudahan akses transportasi publik pun mendukung pergerakan wisatawan sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi di kawasan yang terhubung dengan stasiun.

“Transportasi publik yang semakin terkoneksi dapat memberikan efek positif bagi berbagai sektor,” tandas Cahyo. Ia juga berharap masyarakat terus memanfaatkan layanan kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi untuk melakukan aktivitas.

Dengan tren positif ini, Berkat Commuter Line Supaspro Penumpang Stasiun Probolinggo Melonjak Signifikan menjadi bukti nyata bahwa konektivitas transportasi publik mampu menggerakkan roda perekonomian dan pariwisata daerah. Ke depan, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi layanan agar lonjakan penumpang tetap berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *