Pasuruan Terkini – Bunda Ani AI Bisa Membantu Pembelajaran tetapi Tak Bisa Gantikan Seorang Guru menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pasuruan, Bunda Ani. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Penganugerahan Juara Anugerah Guru Prima (AGP) Tingkat Kota Pasuruan. Acara berlangsung di SMPN 6 Kota Pasuruan, Sabtu (26/9).
AGP tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat. Forum tersebut menjadi ruang apresiasi bagi guru yang dinilai berdedikasi dan berinovasi. Selain memberi penghargaan, kegiatan ini juga didorong sebagai sarana peningkatan mutu guru di Kota Pasuruan.
Dalam sambutannya, Bunda Ani mengaku bangga sekaligus terharu. Ia menyebut para guru yang hadir sebagai pahlawan pendidikan Kota Pasuruan. “Pada hari ini kita bersilaturahmi dan melihat hasil Anugerah Guru Prima. Alhamdulillah, ini tahun keempat diselenggarakannya Anugerah Guru Prima. Saya hari ini memandang wajah-wajah pahlawan pendidikan Kota Pasuruan, hati saya dipenuhi rasa haru dan bangga,” ujarnya.
Kegiatan ini mengangkat tema akselerasi transformasi pendidikan Indonesia di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam konteks itu, Bunda Ani menilai guru memiliki peran penting untuk memanfaatkan perkembangan teknologi guna mendukung proses pembelajaran.
Para finalis AGP, lanjutnya, diharapkan mampu mengimplementasikan teknologi AI dalam pembelajaran. Namun, penerapannya tetap harus mengedepankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Meski mendorong pemanfaatan teknologi, Bunda Ani mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak dapat menggantikan sentuhan manusia dalam dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa Bunda Ani AI Bisa Membantu Pembelajaran tetapi Tak Bisa Gantikan Seorang Guru. “Sehebat apa pun teknologi, sehebat apa pun AI, ada satu hal yang tidak pernah bisa diciptakan mesin. AI tidak memiliki hati, sehingga tidak bisa memberikan kasih sayang, tidak bisa menularkan empati, dan tidak akan pernah memberikan semangat di pundak anak murid kita,” tegasnya.
Ia berharap para guru di Kota Pasuruan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Namun, inovasi itu tidak boleh meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam mendidik. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat kualitas pembelajaran. Guru tetap menjadi sosok penting dalam memberikan keteladanan, perhatian, empati, dan motivasi kepada para siswa.
Pandangan Bunda Ani AI Bisa Membantu Pembelajaran tetapi Tak Bisa Gantikan Seorang Guru menegaskan posisi guru di tengah arus teknologi. AI dapat membantu memperkaya metode pengajaran. Akan tetapi, peran guru sebagai pendidik yang menyentuh aspek emosional dan sosial siswa tidak tergantikan.
Pengukuhan dan penganugerahan AGP tersebut diharapkan semakin memotivasi para guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan di Kota Pasuruan.





