Pasuruan Terkini – Penerima Beras Bantuan Pangan di Lumajang Turun dari 148 816 jadi 144 540 KPM pada alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penurunan ini setara sekitar 2,87 persen dibandingkan periode Februari-Maret 2026. Bantuan disalurkan secara rapel untuk tiga bulan sekaligus.
Kepala Kantor Bulog Probolinggo, Kuswadi, menyatakan bahwa setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima total 30 kilogram beras. Alokasi tersebut terdiri dari 10 kilogram per bulan untuk Juli, Agustus, dan September. Dengan demikian, total beras yang disalurkan mencapai 4.336.200 kilogram atau sekitar 4.336,2 ton.
“Mereka mendapatkan 30 kilogram, jadi dirapel untuk bulan Juli, Agustus dan September,” kata Kuswadi, Senin (21/9/2026).
Penurunan jumlah penerima Beras Bantuan Pangan di Lumajang Turun dari 148 816 jadi 144 540 KPM ini tidak lepas dari pemutakhiran data. Kuswadi menjelaskan bahwa sasaran penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4.
“Dari DTSEN, untuk desilnya mulai 1 sampai 4. Bantuan ini sudah diproses dan pengiriman ke desa sudah mencapai 100 persen,” bebernya.
Penyaluran bantuan tersebut mencakup 105 desa di wilayah Kabupaten Lumajang, dengan KPM kategori ekonomi menengah ke bawah. Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga membantu perekonomian dan menjaga stabilitas harga beras.
“Untuk membantu ekonomi masyarakat desil 1 sampai 4 dalam hal kebutuhan pokok. Kedua juga untuk menekan inflasi harga beras,” tuturnya.
Dengan penurunan ini, pemerintah berharap penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Data DTSEN menjadi acuan utama agar bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.
Meskipun jumlah penerima Beras Bantuan Pangan di Lumajang Turun dari 148 816 jadi 144 540 KPM, total beras yang disalurkan tetap signifikan. Angka 4.336,2 ton menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Ke depan, pemantauan dan evaluasi akan terus dilakukan agar bantuan efektif.
Kuswadi menambahkan bahwa pengiriman ke desa-desa telah selesai 100 persen. Proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Masyarakat penerima diharapkan dapat memanfaatkan bantuan ini untuk kebutuhan sehari-hari.
Penurunan penerima ini juga mencerminkan perbaikan data sosial ekonomi. Dengan DTSEN, penyaluran bantuan menjadi lebih terarah. Program bantuan pangan berupa beras ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin.
Bagi masyarakat Lumajang, bantuan beras ini sangat membantu, terutama bagi keluarga prasejahtera. Mereka berharap program serupa dapat berlanjut dengan data yang selalu diperbarui. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus menyempurnakan mekanisme penyaluran.
Secara keseluruhan, penurunan jumlah penerima Beras Bantuan Pangan di Lumajang Turun dari 148 816 jadi 144 540 KPM merupakan konsekuensi dari validasi data. Hal ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan akurasi sasaran. Bantuan pangan tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi di daerah.













