Pasuruan Terkini – Harga Tembakau Kasturi Lumajang Tembus 60 Ribu Burley Bertahan Rp57 Ribu menjadi sorotan pada musim panen tahun ini. Kabupaten Lumajang mencatat lonjakan harga untuk tembakau rajangan Kasturi hingga menembus angka Rp60 ribu per kilogram.
Sementara itu, jenis Burley tidak mengalami perubahan dan tetap bertahan di posisi Rp57 ribu per kilogram. Kondisi ini menggambarkan dinamika pasar tembakau daerah yang cukup stabil menjelang akhir musim.
Kasturi Cetak Harga Tertinggi
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Mamiworo, menyampaikan bahwa harga tembakau Kasturi tahun ini tergolong relatif baik. Ia menuturkan bahwa harga tertinggi mencapai Rp60 ribu per kilogram, sedangkan harga terendah berada di kisaran Rp33 ribu.
“Untuk tahun ini harga cukup bagus. Rajangan Kasturi top price Rp60 ribu, terendah Rp33 ribu. Untuk Burley harga sama dengan tahun kemarin, Rp57 ribu,” ujarnya pada Minggu (20/9/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pencapaian Harga Tembakau Kasturi Lumajang Tembus 60 Ribu Burley Bertahan Rp57 Ribu bukan sekadar angka, melainkan cerminan hasil panen yang dinilai menguntungkan.
Burley Stabil di Angka Lama
Berbeda dengan Kasturi yang mengalami kenaikan, tembakau jenis Burley justru stagnan. Harga Burley bertahan di Rp57 ribu per kilogram, sama seperti tahun sebelumnya.
Meski tidak naik, stabilitas harga Burley tetap menjadi kabar baik bagi petani. Pasalnya, angka tersebut masih berada pada level yang layak dan tidak merosot di tengah ketidakpastian pasar.
Dengan demikian, Harga Tembakau Kasturi Lumajang Tembus 60 Ribu Burley Bertahan Rp57 Ribu menunjukkan dua wajah berbeda dalam satu musim panen yang sama.
Serapan Hasil Panen Maksimal
Mamiworo menilai kondisi harga tersebut membuka peluang bagi petani untuk memperoleh nilai ekonomi dari hasil panen tembakau mereka. Ia bahkan menyebut produksi tembakau Lumajang tahun ini terserap dengan baik.
“Serapan tembakau tahun ini cukup maksimal, semua bisa dibeli,” paparnya.
Artinya, tidak ada hasil panen yang tertahan di gudang petani. Permintaan pasar terhadap tembakau Lumajang dinilai cukup kuat sehingga seluruh hasil produksi dapat terserap.
Dampak bagi Petani
Bagi petani, kombinasi harga Kasturi yang menembus Rp60 ribu dan Burley yang stabil di Rp57 ribu menjadi angin segar. Kedua jenis tembakau tersebut sama-sama memiliki pasar yang jelas.
Petani Kasturi berpeluang meraih keuntungan lebih besar karena harga tertingginya naik. Sementara petani Burley tetap dapat mengandalkan harga yang konsisten dari tahun ke tahun.
Kondisi ini juga memperkuat posisi Lumajang sebagai salah satu daerah penghasil tembakau rajangan yang diperhitungkan. Harga Tembakau Kasturi Lumajang Tembus 60 Ribu Burley Bertahan Rp57 Ribu pun menjadi indikator bahwa sektor perkebunan tembakau masih menjanjikan.
Gambaran Harga Musim Ini
| Jenis Tembakau | Harga Tertinggi | Harga Terendah |
|---|---|---|
| Kasturi | Rp60 ribu/kg | Rp33 ribu/kg |
| Burley | Rp57 ribu/kg | Rp57 ribu/kg |
Tabel di atas merangkum posisi harga kedua jenis tembakau pada musim panen tahun ini. Kasturi memiliki rentang harga yang lebih lebar, sedangkan Burley cenderung seragam.
Dengan serapan yang maksimal dan harga yang kompetitif, Harga Tembakau Kasturi Lumajang Tembus 60 Ribu Burley Bertahan Rp57 Ribu menjadi kabar positif bagi rantai pasok tembakau di Lumajang.













