Pasuruan Terkini – BPBD Jember Terima Bantuan 30 Tandon Air untuk Penanganan Kekeringan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat layanan air bersih bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa dukungan tersebut berasal dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui BPBD Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi percepatan penanganan dampak kekeringan di wilayah Jember.
Rincian bantuan yang diterima mencakup 30 unit tandon air, masing-masing berkapasitas 1.200 liter, serta 30 buah kran sebagai sarana pendukung penyaluran air bersih. Seluruh perlengkapan telah melalui pemeriksaan fisik dan dinyatakan dalam kondisi baik.
Edy mengungkapkan rasa terima kasih atas nama Pemerintah Kabupaten Jember kepada Gubernur Jawa Timur dan BPBD Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa tambahan sarana ini akan memperkuat proses distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air.
Dalam keterangannya pada Jumat (25/9/2026), Edy menjelaskan bahwa BPBD Jember Terima Bantuan 30 Tandon Air untuk Penanganan Kekeringan ini akan langsung dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan distribusi air bersih. Kran yang tersedia akan mempermudah penyaluran air kepada warga di titik-titik yang membutuhkan.
Ia menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jember sangat diperlukan. Kerja sama ini dinilai mampu mempercepat penanganan dampak kekeringan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih.
Dengan tambahan sarana tersebut, BPBD Jember diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan distribusi air bersih. Langkah ini sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan di berbagai kecamatan.
BPBD Jember Terima Bantuan 30 Tandon Air untuk Penanganan Kekeringan menjadi bukti nyata kolaborasi antar tingkat pemerintahan. Bantuan serupa diharapkan terus mengalir agar pelayanan darurat air bersih bisa berjalan lebih optimal sepanjang musim kemarau.
Seluruh bantuan yang telah dicek secara fisik itu kini siap dioperasikan. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap menghemat air dan memanfaatkan fasilitas distribusi yang telah disiapkan pemerintah daerah.



