Hanum Gigih Gatra dari MTs 6 Pasuruan Raih Tempat di 30 Besar OMI 2026

Hanum Gigih Gatra dari MTs 6 Pasuruan Raih Tempat di 30 Besar OMI 2026
Hanum Gigih Gatra dari MTs 6 Pasuruan Raih Tempat di 30 Besar OMI 2026

Pasuruan Terkini – Siswi MTs 6 Pasuruan, Hanum Gigih Gatra, berhasil menembus 30 besar nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Prestasi ini diraihnya dalam bidang riset dengan mengusung penelitian tentang fenomena sound horeg di Jawa Timur.

Hanum, yang duduk di kelas IX-B, menulis karya ilmiah berjudul “Ekoteologi Akustik: Dekonstruksi Fenomena Sound Horeg dan Hak Lingkungan Suara Nyaman di Pasuruan”. Penelitian ini tidak hanya menyoroti dampak sosial dan lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman.

OMI 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Ajang ini menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk menunjukkan kemampuan akademik dan riset mereka.

Mengangkat Sound Horeg dalam Perspektif Ekoteologi

Sound horeg merupakan istilah untuk penggunaan pengeras suara berdaya besar dalam berbagai kegiatan masyarakat di Jawa Timur, khususnya Pasuruan. Fenomena ini sering menimbulkan kebisingan yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan warga.

Hanum melihat bahwa sound horeg bukan hanya masalah sosial, tetapi juga berkaitan dengan etika lingkungan dan spiritualitas. Ia memperkenalkan konsep “Ekoteologi Akustik” yang menggabungkan ajaran Islam dengan kajian soundscape.

Dalam penelitiannya, Hanum menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis. Ia menganalisis bagaimana kebisingan memengaruhi ketenangan ruang publik, termasuk tempat ibadah. Ia juga mengaitkannya dengan prinsip “laa dharara wa laa dhiraar” yang melarang menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain.

Hanum juga mengangkat hak tetangga (haqq al-jiwar) dan kewajiban manusia menjaga keseimbangan lingkungan (mizan). Dengan demikian, penelitian ini menawarkan pandangan bahwa lingkungan suara yang nyaman adalah bagian dari tanggung jawab bersama.

Pasuruan sebagai Lokasi Kajian yang Strategis

Hanum memilih Pasuruan sebagai lokasi penelitian karena wilayah ini memiliki kehidupan sosial-keagamaan yang kuat. Namun, di sisi lain, fenomena sound horeg juga berkembang pesat di sana.

Kontradiksi ini menjadikan Pasuruan sebagai laboratorium yang menarik untuk mengkaji interaksi antara nilai-nilai agama dan dinamika sosial. Penelitian Hanum diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi masyarakat dalam menciptakan lingkungan suara yang sehat.

Inovasi penelitian ini terletak pada penggabungan kajian ekologi suara dengan etika Islam. Hanum tidak hanya mengkritik fenomena sound horeg, tetapi juga memberikan kerangka berpikir untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman dan berkeadilan.

Langkah Berikutnya: Presentasi Proposal Riset

Setelah berhasil lolos ke 30 besar, Hanum akan mengikuti seleksi presentasi proposal riset yang dijadwalkan pada 9-11 September 2026. Ia akan bersaing dengan peserta lain untuk memperebutkan posisi terbaik di tingkat nasional.

Keluarga besar MTs Negeri 6 Pasuruan mengapresiasi pencapaian Hanum. Mereka berharap Hanum dapat memberikan penampilan terbaik dan terus menginspirasi siswa lain untuk berprestasi.

Prestasi Hanum membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dengan karya riset yang inovatif. Semoga langkah ini menjadi awal dari kesuksesan yang lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *