Pasuruan Terkini – Kebijakan strategis DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Terbentuknya Perda Pesantren hingga Siapkan Job Fair Khusus Santri mendapat sorotan di tengah momentum Hari Santri Nasional 2026. Upaya ini sekaligus menjawab tantangan masa depan para siswa pondok pesantren agar tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga kompeten di era digital.
Langkah nyata tersebut dikumandangkan dalam Talkshow JAWARA bertema Refleksi Hari Santri Nasional 2026, yang digelar di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (26/10/2026). Forum tersebut menjadi media dialog antara wakil rakyat, akademisi, dan tokoh pesantren dalam menyongsong ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.
Job Fair 2027 dan Pelatihan Vokasi Intensif
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menegaskan bahwa parlemen daerah tengah menyiapkan bursa kerja khusus untuk santri. Program ini dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 setelah melalui rangkaian pelatihan vokasi yang komprehensif. Berbeda dari pola sebelumnya yang hanya berlangsung sehari, kali ini santri akan dibekali keterampilan secara mendalam agar siap bersaing di pasar tenaga kerja.
“Perlakuan khusus untuk santri dengan memberikan job fair khusus untuk santri. Untuk itu para santri dilatih. Pelatihannya tidak seperti dulu yang hanya sehari, tapi benar-benar dilatih hingga mereka memiliki keterampilan,” ujar Samsul dalam acara tersebut.
Perda Pesantren Masuk Propemperda
Selain pembukaan akses ketenagakerjaan, DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Terbentuknya Perda Pesantren hingga Siapkan Job Fair Khusus Santri juga mengawal penyusunan payung hukum daerah. Rancangan Peraturan Daerah Pesantren telah resmi masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah atau Propemperda. Pembahasan regulasi ini terus diselaraskan dengan revisi UU Sistem Pendidikan Nasional yang sedang berjalan di DPR RI, guna menciptakan kesetaraan antara lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.
Dalam sektor ekonomi kreatif pesantren, DPRD juga memastikan anggaran dialokasikan melalui Diskoperindag. Fasilitasi pemasaran produk santri akan mencakup penyediaan stan pameran pada ajang berskala nasional, sehingga UMKM berbasis pondok pesantren dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Membentuk Santri Bertakwa di Ranah Profesional
Akademisi Tolib Supartono yang hadir dalam forum tersebut menekankan pentingnya penanaman karakter selama proses pembentukan kompetensi santri. Ia mengajak agar nilai-nilai keislaman tetap menjadi pondasi utama ketika para santri terjun ke dunia profesional.
“Santri diarahkan bukan hanya menjadi ustaz atau guru saja, tapi diarahkan untuk menjadi guru yang bertakwa, pedagang yang bertakwa, serta pejabat yang bertakwa. Nilai-nilai santri itu yang ditanamkan ketika menjadi orang yang sukses,” tegas Tolib. Forum yang dipandu CEO Kabarpas, Shohibul Hujjah, tersebut menjadi ruang konstruktif dalam menyinergikan pendidikan agama dan kebutuhan dunia kerja modern.













