Pasuruan Terkini – Upaya pemanfaatan Huntap Penyintas Semeru Sepi Peminat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lumajang. Dari 1.951 unit rumah yang dibangun di kawasan Bumi Semeru Damai, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, hanya 932 unit saja yang dihuni secara permanen oleh para penyintas bencana erupsi Gunung Semeru tahun 2021.
Wilayah Lumajang — Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lumajang, Ernowo Pujo Santoso, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang menindaklanjuti kondisi aktual hunian tersebut melalui proses evaluasi menyeluruh. Langkah penertiban berupa penarikan kembali unit-unit kosong masih dalam tahap verifikasi kondisi lapangan.
| Keterangan | Jumlah Unit |
|---|---|
| Ditempati tetap oleh penyintas | 932 |
| Ditempati ahli waris | 32 |
| Hunian berkala atau rumah singgah | 458 |
| Kosong atau tidak ditempati | 419 |
| Ditinggalkan pemilik (merantau/keluar kabupaten) | 42 |
| Dikontrakkan atau ditempati orang lain | 41 |
| Digunakan sebagai posko perangkat daerah | 27 |
Angka yang terkumpul menunjukkan bahwa Huntap Penyintas Semeru Sepi Peminat belum benar-benar optimal dalam melayani kebutuhan tempat tinggal para korban. Sebagian besar unit tersisa masih dalam status tidak berpenghuni tetap, baik karena faktor ekonomi maupun alasan geografis.
Ernowo menekankan bahwa kepemilikan bangunan perumahan ini masih menjadi aset Pemerintah Kabupaten Lumajang. Hal itu lantaran penyerahan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Status ini menjadikan penyintas hanya berkedudukan sebagai penghuni, bukan pemilik properti.
Kondisi Huntap Penyintas Semeru Sepi Peminat ini juga menimbulkan keresahan di kalangan para penyintas yang sudah lama menempati hunian tersebut. Mereka berharap pemerintah bisa memberikan solusi konkret agar ribuan unit rumah tidak terbengkalai dan tetap bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang akan segera mengumumkan kebijakan lanjutan setelah proses verifikasi di lapangan rampung. Prioritas utama saat ini adalah memastikan bahwa setiap unit hunian terserap dengan baik oleh kelompok sasaran yang berhak menerimanya.













