Pasuruan Terkini – Kota Pasuruan kembali menggelar operasi penelusuran besar-besaran untuk mengatasi masalah gizi buruk pada anak. Jangkau Balita yang Belum Terdata Pemkot Pasuruan Lanjutkan Grebek Stunting Tahap II menjadi program prioritas yang dibuka langsung Wakil Wali Kota M. Nawawi di Ruang UNSUR, Selasa (20/10/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada balita kekurangan gizi yang terlewatkan dari pendataan resmi.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pemerintah kota dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor. Nawawi menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen seluruh Perangkat Daerah, camat, serta lurah di wilayahnya masing-masing.
Sejumlah data menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kota Pasuruan telah berhasil diturunkan dari 9,71 persen menjadi 8,2 persen. Namun, penurunan ini harus diimbangi dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam membawa balita ke posyandu maupun puskesmas. Cakupan penimbangan balita atau D/S justru tercatat menurun dari 76,3 persen pada Februari menjadi 72,3 persen pada Agustus 2026.
Dari sisi pendataan, saat ini terdapat 529 balita sasaran yang sudah masuk dalam sistem. Namun, Nawawi mengingatkan agar petugas tidak terpaku hanya pada angka tersebut. Masih berpotensi banyak balita lain yang membutuhkan intervensi gizi tetapi belum terjangkau sistem pencatatan.
Dalam pelaksanaan Jangkau Balita yang Belum Terdata Pemkot Pasuruan Lanjutkan Grebek Stunting Tahap II, Nawawi mengimbau camat, lurah, RT/RW, dan kader posyandu untuk berperan aktif sebagai agen informasi. Mereka diminta secara proaktif menelusuri setiap keluarga yang memiliki balita di wilayahnya.
Strategi penjangkauan juga perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Bagi keluarga yang orang tuanya bekerja pada pagi atau siang hari sehingga sulit ditemui, petugas dapat melakukan pendekatan pada malam hari. Penyesuaian jadwal ini bertujuan agar tidak ada keluarga yang kelewatan pendampingan gizi.
Gerakan Grebek Stunting Tahap II ini juga menjadi momentum untuk memperbanyak edukasi mengenai pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta upaya mengatasi hambatan sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat. Pemkot Pasuruan berharap koordinasi antarlembaga semakin solid dan family yang membutuhkan bisa menerima pendampingan tepat sasaran.
Pemerintah kota juga tengah memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan deteksi dini stunting. Dengan meningkatnya frekuensi kunjungan dan penimbangan, diharapkan kasus stunting dapat dicegah sejak dini sebelum berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.













