Pasuruan Terkini – Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan langkah penting dalam memperkuat pengawasan pemilu. Bawaslu setempat resmi mengikat nota kesepahaman dengan PWI Probolinggo Raya. Kerjasama ini disebut sebagai wujud nyata Perkuat Pengawasan Pemilu di Kabupaten Probolinggo Bawaslu dan PWI Sepakati Kerjasama Berkelanjutan selama lima tahun ke depan.
Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU tersebut dilangsungkan di Kantor Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Jalan MT Haryono Nomor 466, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Selasa siang. Kehadiran dua komisioner Bawaslu, Tola Edy dan Sipuadi, serta Dewan Penasehat PWI Ahmad Faisol dan Agus Faiz Musleh dari Divisi Organisasi dan Pengembangan SDM, menambah bobot peristiwa ini.
Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Yonki Hendriyanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif. Sebelumnya, komunikasi antara Bawaslu dan insan pers hanyalah bersifat verbal tanpa ikatan resmi. Kini, seluruh pihak sepakat bahwa kerjasama perlu diformalkan agar memberikan dampak dan tindak lanjut yang nyata di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Probolinggo Raya, Babul Arifandhie, menekankan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral sebagai salah satu pilar demokrasi. Ia menyebut bahwa jurnalis hendaknya aktif memberikan edukasi dan menebalkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemilihan umum yang sehat.
Skema kerjasama ini bersifat dinamis. Selama lima tahun periode kesepakatan, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengevaluasi dan menyempurnakan isi MoU minimal satu kali dalam setahun. Jika ditemukan hal-hal yang perlu diperkuat atau dikembangkan, maka isi perjanjian akan terus diperbarui sesuai kondisi lapangan.
Babul juga menyinggung keberadaan Mappilu, alias Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu, yang merupakan organisasi sayap PWI. Lembaga ini telah konsisten mengawal pesta demokrasi lima tahunan demi mencegah penyebaran hoaks yang dapat menyesatkan publik.
Kerjasama strategis antara Bawaslu dan PWI Probolinggo Raya ini diharapkan mampu menghadirkan pengawasan pemilu yang lebih transparan, edukatif, dan berintegritas. Kedua pihak yakin bahwa demokrasi yang sehat tidak akan rusak apabila didukung oleh komunikasi yang baik antara penyelenggara pemilu dan media massa.
Bagi masyarakat Probolinggo, kehadiran kerjasama ini menjadi kabar menggembirakan. Partisipasi pemilih diprediksi akan meningkat seiring dengan gencarnya sosialisasi dan pemberitaan yang objektif. Perkuat Pengawasan Pemilu di Kabupaten Probolinggo Bawaslu dan PWI Sepakati Kerjasama Berkelanjutan dinilai sebagai terobosan penting bagi tegaknya demokrasi lokal.











