Berita  

Truk Sampah Berlubang, DLH Probolinggo Abai Meski Sok Apus Anggaran

Truk Sampah Berlubang, DLH Probolinggo Abai Meski Sok Apus Anggaran
Truk Sampah Berlubang, DLH Probolinggo Abai Meski Sok Apus Anggaran

Pasuruan Terkini – Kabupaten Probolinggo kembali digecar kabar memprihatinkan soal armada pengangkut sampah yang tetap beroperasi meski kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Digelontor Anggaran Rp1 81 M DLH Kabupaten Probolinggo Tetap Andalkan Truk Sampah Karat dan Berlubang — inilah realita pahit yang dihadapi warga dan pengguna jalan di Jalur Pantura Kraksaan.

Truk pengangkut sampah dengan bagian belakang bak yang berlubang dan berkarat itu terpantau melintas di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kondisi kendaraan tersebut langsung menuai kekhawatiran dari para pengendara yang berpapasan, termasuk Ima (21), yang mengaku risau melihat armada sejenis masih dipaksakan berjalan di jalan umum yang padat.

“Khawatir aja ada truk pengangkut sampah yang sudah bolong dan keropos masih digunakan. Ketika bermuatan sampah, tentu dapat membahayakan pengendara yang berada di belakangnya,” ungkap Ima, Selasa (6/10/26).

“Kalau memang sudah tidak layak pakai, jangan digunakan kan membahayakan sesama pengendara,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan pribadi WhatsApp, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, memilih bungkam. Konfirmasi yang diajukan mencakup beberapa hal penting, mulai dari status kepemilikan armada tersebut, identitas kendaraan, serta kelayakan operasinya di jalan umum. DLH juga dimintai keterangan mengenai jadwal pemeriksaan rutin terhadap bak, penutup, dan kelaikan kendaraan sebelum digunakan untuk pengangkutan sampah.

Keadaan serupa juga dialami oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Ali Rifqi Mubarok. Ketika dihubungi terkait aspek keselamatan berlalu lintas dari kendaraan pengangkut sampah yang beroperasi di jalur Pantura, ia juga tidak memberikan respon.

Kondisi ini menjadi sangat ironis mengingat Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui DLH telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk penanggulangan persampahan. Berdasarkan data realisasi dan dokumen paket pengadaan DLH Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2026, total belanja yang dialokasikan untuk penanganan kebersihan, pengelolaan di TPA/TPST/SPA, serta pemeliharaan sarana prasarana penunjang mencapai Rp1,81 miliar.

Di tengah angka pengadaan sebesar itu, keberadaan truk sampah berlubang dan berkarat yang masih beroperasi menimbulkan pertanyaan besar. Apakah tidak ada standar pemeriksaan kelaikan yang ketat? Atau anggaran yang besar tersebut belum merata menyentuh sektor operasional harian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *