Pasuruan Terkini – PASURUAN — Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Kota Pasuruan Ditutup dengan Penyerahan Gerobak untuk UMKM menjadi simbol nyata bahwa nilai-nilai pancasila tak hanya dipahami secara ideologis, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata untuk kesejahteraan rakyat. Kegiatan ini digelar Kamis pagi di Lapangan BKD Kota Pasuruan dan menghadirkan seluruh lapisan instansi pemerintah maupun elemen masyarakat.
Wali Kota Dr. Adi Wibowo, S.TP., M.Si., beserta Wakil Walikota M. Nawawi S.Kom., MM., memimpin langsung jalannya upacara. Mereka didampingi jajaran Pemerintah Kota Pasuruan, Ketua DPRD, aparatur sipil negara, unsur TNI dan Polri, pasukan paskibra, Banser, Dishub, Satpol PP, serta para camat dan lurah se-Kota Pasuruan.整个过程 berlangsung khidmat dan tertib sesuai prosedur.
Rangkaian acara dimulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan pembacaan teks Pancasila oleh peserta upacara. Selanjutnya dibacakan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan ditutup dengan pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila secara serentak. Semua rangkaian berjalan dengan penuh suasana kekeluargaan dan semangat persatuan yang kental.
Usai upacara, perhatian beralih ke momen puncak yaitu penyerahan bantuan berupa gerobak usaha kepada pelaku UMKM. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pasuruan bertindak sebagai pihak yang memberikan bantuan. Sebanyak tujuh gerobak diserahkan kepada tujuh pelaku usaha mikro yang beragam jenis dagangannya. Penyerahan ini menandai bahwa Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Kota Pasuruan Ditutup dengan Penyerahan Gerobak untuk UMKM telah berhasil menyatukan dimensi penghayatan nilai bangsa dengan pemberdayaan ekonomi rakyat kecil.
Ketujuh penerima bantuan gerobak tersebut adalah Bu Muawanah yang bergerak di usaha mlijoan, Pak Dean dengan usaha nasi goreng, Bu Tutik Rahayu pemilik usaha martabak, Bu Mariyah pelaku usaha gorengan, Pak Rahmad dengan stan sate ayam, Bu Nurmala yang berjualan lontong balap, serta Bu Suprapti dengan usahanya berdagang jajanan kekinian.
Penyerahan gerobak ini tentu saja membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM. Dengan modal berupa gerobak usaha, mereka diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. Langkah konkret ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam mendukung tumbuh kembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Kepala BAZNAS Kota Pasuruan menyatakan bahwa program bantuan gerobak ini merupakan bagian dari amanah sosial untuk mensejahterakan masyarakat. Bantuan tidak hanya bersifat sementara, namun juga dilengkapi dengan pendampingan agar para penerima manfaat dapat mengelola usaha mereka dengan lebih profesional dan berkelanjutan ke depan.
Wali Kota Dr. Adi Wibowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk menginternalisasikan sila-sila Pancasila dalam tindakan nyata. Penyerahan gerobak UMKM menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan keadilan sosial tetap hidup di tengah masyarakat Pasuruan.
Dengan adanya penyerahan tujuh gerobak tersebut, rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Pasuruan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan memperkuat nilai persatuan, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Langkah ini menjadi teladan bagi daerah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.













