Pasuruan Terkini – Pemerintah Kota Pasuruan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memvalidasi dokumen review arsitektur SPBE sekaligus finalisasi SIA SPBE. Kegiatan ini diikuti oleh 39 perangkat daerah di lingkungan Pemkot Pasuruan dan berlangsung di Ruang Rapat Untung Suropati I pada Kamis (24/9).
FGD ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tujuannya adalah mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis digital. Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Pasuruan, Rr. Venty Emawati, membuka langsung kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Venty menekankan pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah untuk memastikan dokumen dan implementasi SPBE berjalan selaras. Validasi arsitektur SPBE menjadi fondasi agar setiap program digital pemerintah kota tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.
Pembahasan utama dalam FGD mencakup dua hal krusial: validasi dokumen review arsitektur SPBE dan finalisasi SIA SPBE. Kedua proses ini bertujuan menyempurnakan perencanaan dan penerapan SPBE di lingkungan Pemkot Pasuruan. Dengan demikian, transformasi digital pemerintahan dapat berjalan terarah dan terukur.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih baik antarperangkat daerah. Koordinasi yang solid menjadi kunci sukses dalam mendukung transformasi digital pemerintahan. Setiap perangkat daerah memiliki peran penting dalam menyukseskan agenda tersebut.
Partisipasi 39 perangkat daerah menunjukkan komitmen kuat Pemkot Pasuruan dalam mewujudkan pemerintahan yang terintegrasi. Keterlibatan seluruh elemen diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari digitalisasi layanan.
Pemerintah Kota Pasuruan terus berupaya memperkuat SPBE sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan zaman yang menuntut pelayanan cepat, transparan, dan akuntabel. FGD validasi arsitektur SPBE dan finalisasi SIA SPBE menjadi tonggak penting dalam perjalanan tersebut.
Ke depan, dokumen yang telah divalidasi akan menjadi acuan dalam pengembangan sistem informasi dan teknologi di lingkungan Pemkot Pasuruan. Diharapkan tidak ada lagi duplikasi aplikasi dan data dapat terintegrasi dengan baik. Hal ini akan menghemat anggaran sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.
Selain itu, finalisasi SIA SPBE memastikan bahwa setiap sistem informasi yang dibangun memiliki standar keamanan dan interoperabilitas. Dengan demikian, pertukaran data antarperangkat daerah dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis. Ini merupakan fondasi penting bagi terwujudnya smart city di Pasuruan.
Kegiatan FGD ini juga menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarperangkat daerah. Mereka dapat mendiskusikan tantangan dan solusi dalam penerapan SPBE. Semangat kolaborasi inilah yang akan mempercepat tercapainya tujuan bersama.
Pemkot Pasuruan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada perangkat daerah. Dengan begitu, implementasi SPBE tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari. Masyarakat pun akan merasakan dampak positifnya.
Melalui FGD validasi arsitektur SPBE dan finalisasi SIA SPBE, Pemkot Pasuruan menunjukkan keseriusan dalam bertransformasi menuju pemerintahan digital. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar visi ini dapat terwujud. Perangkat daerah ikuti FGD validasi arsitektur SPBE dan finalisasi SIA SPBE Kota Pasuruan sebagai wujud nyata komitmen tersebut.











