Pasuruan Terkini – Pemkab Lumajang Tancap Gas Transformasi Digital Kolaborasi jadi Kunci melalui penguatan sinergi antar-organisasi perangkat daerah. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat penyelenggaraan Pemerintahan Digital atau PEMDI 2026. Integrasi data, aplikasi, dan layanan terus didorong agar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menegaskan bahwa pemerintah digital tidak mungkin dibangun hanya oleh satu perangkat daerah. Menurutnya, keterhubungan data dan sistem menuntut keterlibatan seluruh OPD sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.
“Karena itu, kolaborasi dan komitmen seluruh OPD harus terus diperkuat, baik dalam pengelolaan data maupun aplikasi layanan. Kita ingin sistem yang dibangun tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi semakin terintegrasi dan memberikan manfaat,” ujar Agus pada Kamis, 24 September 2026.
Penguatan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Penilaian Interviu Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital Tahun 2026. Pemkab Lumajang mengikuti tahapan ini secara daring dari Command Center atau CC Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang pada Selasa, 22 September 2026.
Proses interview dilakukan oleh tim asesor eksternal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau KemenPAN-RB. Sebelumnya, Pemkab Lumajang telah melewati tahapan Penilaian Mandiri dan Penilaian Dokumen yang dilaksanakan secara bertahap.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menyatakan bahwa keterlibatan seluruh perangkat daerah sangat diperlukan dalam penguatan pemerintahan digital. Setiap OPD memiliki peran dalam menyediakan data dan menjalankan sistem sesuai tugas serta kewenangannya.
“Setelah tahapan ini, kami berharap seluruh OPD dapat bergerak cepat melengkapi data pendukung dan menindaklanjuti hasil evaluasi,” ungkap Mustaqim.
Ia menambahkan, dengan kerja sama yang solid, transformasi digital di Lumajang diharapkan benar-benar menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, efektif, dan transparan. Komitmen ini sejalan dengan semangat Pemkab Lumajang Tancap Gas Transformasi Digital Kolaborasi jadi Kunci.
Berikut sejumlah poin penting dalam penguatan pemerintahan digital di Lumajang:
- Integrasi data dan aplikasi lintas OPD.
- Kolaborasi dan komitmen seluruh perangkat daerah.
- Penyediaan data pendukung sesuai tugas dan kewenangan.
- Tindak lanjut hasil evaluasi kinerja pemerintah digital.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik yang efektif dan transparan.
Melalui tahapan evaluasi yang telah dilalui, Pemkab Lumajang Tancap Gas Transformasi Digital Kolaborasi jadi Kunci sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi. Keterhubungan sistem menjadi kunci agar setiap layanan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan demikian, percepatan transformasi digital di Lumajang tidak hanya berhenti pada tahap penilaian. Namun, berlanjut pada penguatan data, integrasi aplikasi, dan kolaborasi antar-OPD yang berkelanjutan.









