Berita  

Kebakaran Pasar Kepulungan, Cakra Berdaulat Desak Tertib Aset

Portal Berita Pasuruan Terkini
Gambar Thumbnail Default Pasuruan Terkini

Pasuruan Terkini – Kebakaran yang menghanguskan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, membuka mata banyak pihak. Peristiwa Pasar Kepulungan Terbakar LSM Cakra Berdaulat Desak Pemdes Tertibkan Aset dan Retribusi Desa menjadi sorotan publik. Musibah ini dinilai harus menjadi titik balik penataan administrasi pasar desa.

Ketua LSM Cakra Berdaulat, Iman Russian, menegaskan bahwa momen duka ini tidak boleh berlalu tanpa perbaikan tata kelola. Ia menuntut Pemerintah Desa setempat membenahi status kepemilikan aset, pendataan lapak pedagang, hingga transparansi setoran pendapatan asli desa (PADes).

“Dengan peristiwa terbakarnya Pasar Kepulungan, ini momentum Kades dan Pemdes untuk menata ulang administrasi pasar desa. Supaya ada kejelasan aset dan retribusi yang masuk ke desa,” ujar Iman Russian, Senin (28/9/2026).

Iman mengingatkan agar persoalan aset tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum. Ia menyandingkannya dengan sengketa di Pasar Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, yang pernah mencuat akibat transaksi jual beli lapak pada periode kepala desa terdahulu. Menurutnya, praktik itu tidak melibatkan kepala desa petahana saat ini.

Dampak pembiaran masa lalu, lanjut Iman, membuat aset pasar dikuasai sepihak oleh oknum pedagang. Akibatnya, aliran retribusi ke kas desa menjadi nihil. Ia pun membeberkan ketimpangan penerimaan desa antara sektor wisata dan pasar.

Pengelolaan wisata air panas di kawasan pegunungan mampu menyumbang sekitar Rp1,2 miliar per tahun bagi desa. Sementara kontribusi pasar desa tercatat hanya berkisar Rp45 juta per tahun. Data ini, kata Iman, wajib menjadi cermin perbaikan tata kelola aset desa di Kepulungan ke depan.

Dua hari pascakebakaran, aroma hangus menyengat dan kepulan asap tipis masih terlihat membubung di antara tumpukan puing bangunan. Pemandangan itu terpantau saat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati, mengecek langsung titik reruntuhan pasar bersama pengelola.

Pengelola Pasar Desa Kepulungan, Supaat, memaparkan bahwa sisa asap berasal dari bara api yang masih terperangkap di bawah reruntuhan material plastik dan kertas dagangan. Titik api tersembunyi itu kerap kembali menyala perlahan saat terhembus angin kencang.

Dalam peninjauannya, Eka Wara Brehaspati menyebut kedatangannya untuk memetakan kerusakan riil di lapangan. Ia juga menyerap data awal dari pemerintah desa maupun perwakilan pedagang. Ia menegaskan, skema kebijakan dan langkah penanganan pascabencana sepenuhnya berada di bawah kewenangan Bupati Pasuruan serta memerlukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau untuk langkah selanjutnya, itu menjadi ranahnya Pemkab, Bupati dalam hal ini. Nanti kan juga ada beberapa OPD yang lain yang diajak koordinasi, tidak hanya kami,” jelas Eka Wara. Seluruh temuan lapangan akan segera dilaporkan sebagai bahan pertimbangan pimpinan daerah.

Kebakaran Pasar Kepulungan terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 12.30 WIB. Api menghanguskan nyaris seluruh blok pertokoan. Dua orang warga dilaporkan menderita luka ringan. Kerugian material diperkirakan menembus angka Rp2 miliar. Dugaan sementara pemicu adalah korsleting arus pendek listrik yang masih didalami aparat kepolisian setempat.

Desakan Pasar Kepulungan Terbakar LSM Cakra Berdaulat Desak Pemdes Tertibkan Aset dan Retribusi Desa menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh. Status hukum aset, pendataan kepemilikan lapak, dan pencatatan kas desa harus terang benderang. Tanpa itu, potensi konflik dan kebocoran pendapatan desa akan terus berulang.

Pemdes Kepulungan kini dituntut bergerak cepat. Evaluasi total tata kelola pasar menjadi harga mati agar musibah serupa tidak sekadar menjadi duka tanpa perubahan. Transparansi retribusi dan kepastian aset adalah kunci pemulihan ekonomi desa pascakebakaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *