Pasuruan Terkini – Kuntu Mancilan Juara Umum Madinah Van Java 2 Sabet 140 Medali menjadi capaian puncak kontingen tuan rumah dalam kejuaraan pencak silat yang digelar di Kota Pasuruan. Total perolehan itu terdiri dari 67 emas, 40 perak, dan 33 perunggu. Raihan tersebut menempatkan perguruan ini di posisi teratas klasemen akhir.
Kejuaraan berlangsung di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan pada 18–20 September 2026. Ajang ini mempertemukan 595 pesilat yang mewakili 48 kontingen dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi dibagi dalam beberapa kelompok usia, mulai dini hingga dewasa.
Selain gelar juara umum, Kuntu Mancilan Juara Umum Madinah Van Java 2 Sabet 140 Medali juga disertai sejumlah penghargaan kelompok usia. Perguruan ini menempati juara umum pertama untuk kategori usia dini dan pra remaja. Pada kategori remaja, posisi juara umum kedua menjadi hasil yang diraih. Sementara di kategori dewasa, kontingen ini berada di juara umum ketiga.
Prestasi individu turut menyertai keberhasilan kolektif tersebut. Pesilat putri bernama Auliya Bilqisth Ramadhani dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri kategori usia dini. Penghargaan itu menegaskan kualitas pembinaan atlet muda di lingkungan perguruan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Bahrudien Akbar, memberikan apresiasi atas capaian Kuntu Mancilan Juara Umum Madinah Van Java 2 Sabet 140 Medali. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari budaya asli Indonesia. Karena itu, pembinaan atlet melalui kompetisi sejak usia dini dinilai perlu terus dikembangkan.
“Pencak silat ini budaya asli Indonesia. Saya sangat mengapresiasi adanya event seperti ini, terutama karena pembibitan atlet sudah dimulai dari usia dini,” ujar Bahrudien.
Ia menilai kompetisi seperti Madinah Van Java dapat menjadi ruang bagi pesilat muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi kompetisi pada level lebih tinggi.
Bahrudien juga memberikan apresiasi kepada Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan, Farid Misbah. Menurutnya, sosok tersebut turut mendorong perkembangan pencak silat di Kota Pasuruan.
“Saya mengapresiasi event pencak silat ini, terutama kepada Ketua IPSI Kota Pasuruan, Mas Farid Misbah, yang terus mendorong kegiatan dan pembinaan pencak silat,” katanya.
“Pencak silat ini bukan hanya bela diri, tetapi juga sarana pembibitan atlet. Bahkan menurut saya, pencak silat merupakan bela diri yang layak untuk dipertandingkan di Olimpiade,” ujar Bahrudien.
Ia berharap kejuaraan pencak silat di Kota Pasuruan dapat terus berlangsung dan menjadi wadah bagi perguruan-perguruan silat untuk mengembangkan atlet muda. Harapan itu sejalan dengan kebutuhan ruang kompetisi yang berkelanjutan bagi pesilat usia sekolah.
Dengan prestasi Kuntu Mancilan Juara Umum Madinah Van Java 2 Sabet 140 Medali, Bahrudien berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pesilat untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi.
“Yang paling penting bagaimana anak-anak kita mendapatkan ruang untuk berlatih, bertanding dan berprestasi. Ini bagian dari investasi untuk pembinaan atlet ke depan,” pungkasnya.
Adapun rincian perolehan medali kontingen Kuntu Mancilan dalam kejuaraan ini adalah sebagai berikut:
- Emas: 67 medali
- Perak: 40 medali
- Perunggu: 33 medali
- Total: 140 medali
Sementara itu, capaian pada tiap kelompok usia tercatat sebagai berikut:
| Kategori Usia | Posisi Juara Umum |
|---|---|
| Usia Dini | Juara Umum Pertama |
| Pra Remaja | Juara Umum Pertama |
| Remaja | Juara Umum Kedua |
| Dewasa | Juara Umum Ketiga |
Dengan hasil tersebut, kejuaraan Madinah Van Java 2 tercatat sebagai salah satu ajang yang memperlihatkan peta kekuatan pencak silat di Jawa Timur. Partisipasi 48 kontingen dan 595 pesilat menjadi indikator tingginya animo terhadap kompetisi ini.













