Pasuruan Terkini – Program Home Care di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, mencatat 463 warga di Ajung terverifikasi jadi sasaran Home Care Jember dan seluruhnya sudah menerima pelayanan kesehatan. Angka itu merupakan hasil penyaringan dari 557 sasaran awal yang sebelumnya tercatat dalam program tersebut.
Verifikasi dan validasi dilakukan agar penerima manfaat benar-benar sesuai kebutuhan. Dari jumlah awal, sejumlah nama dinyatakan tidak lagi memenuhi kriteria karena berbagai sebab di lapangan.
Monev di Pondok Pesantren Ainul Yaqin
Monitoring dan evaluasi sekaligus pendampingan Home Care berlangsung di Pondok Pesantren Ainul Yaqin, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan itu melibatkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jember, Camat Ajung, Kepala Puskesmas Ajung, Babinsa Desa Ajung, Tim LRT, LSN, SRIKANDI, serta Tim Home Care UPTD Puskesmas Ajung.
Koordinator Home Care Kecamatan Ajung, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa hasil verifikasi menetapkan 463 orang sebagai sasaran terkonfirmasi. Mereka tersebar di tujuh desa, yakni Wirowongso, Sukamakmur, Rowo Indah, Pancakarya, Mangaran, Klompangan, dan Ajung.
“Pelaksanaan Home Care tidak hanya memastikan masyarakat yang menjadi sasaran telah dikunjungi, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan mereka dapat diketahui secara langsung sehingga tindak lanjut pelayanan dapat diberikan sesuai kebutuhan,” ujar Edy.
94 Warga Belum Dapat Dilayani
Sementara itu, 94 orang dari data awal belum dapat dilayani. Rinciannya, 47 orang telah meninggal dunia, 30 orang tidak ditemukan alamatnya, sembilan orang telah pindah ke luar wilayah kerja Puskesmas Ajung, dan delapan orang dinyatakan bukan sasaran yang valid. Data tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
Dalam monev di Pondok Pesantren Ainul Yaqin, tim Home Care memeriksa tiga orang. Pemeriksaan pertama dilakukan terhadap KH Achmad Fauzi Sonhaji, 36 tahun, pengasuh pondok pesantren tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak terdapat tekanan darah tinggi dan kadar gula darah berada dalam rentang normal. Ia dinyatakan dalam kondisi sehat. Petugas memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjadwalkan pemeriksaan rutin pada bulan berikutnya.
Pemeriksaan kedua dilakukan terhadap Siti Zaenab, 61 tahun, ibu dari pengasuh pesantren. Ia mengeluhkan badan linu, kesulitan duduk ketika melaksanakan salat, dan terkadang mengalami pusing. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah tinggi, sedangkan kadar gula darah dan kolesterol berada dalam rentang normal. Petugas memberikan edukasi PHBS, menganjurkan senam mandiri di rumah, serta pemeriksaan lanjutan pada bulan berikutnya.
Sementara itu, Faricha Kamilatun Nuha Achmad, bayi perempuan berusia sembilan bulan, juga diperiksa. Putri pengasuh pesantren tersebut mengalami batuk, panas, dan pilek selama sekitar satu minggu. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah pada saluran pernapasan. Tim memberikan pendampingan pemeriksaan serta edukasi kepada keluarga mengenai PHBS dan menganjurkan pemantauan kesehatan secara berkala.
Keberlanjutan Layanan
Dengan terlayaninya seluruh 463 warga di Ajung terverifikasi jadi sasaran Home Care Jember, pelaksanaan program di Kecamatan Ajung selanjutnya diarahkan untuk menjaga kesinambungan pelayanan. Langkah itu mencakup pemeriksaan lanjutan dan pemantauan terhadap warga berdasarkan hasil temuan di lapangan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa 463 warga di Ajung terverifikasi jadi sasaran Home Care Jember bukan sekadar angka administratif. Setiap temuan medis di lapangan menjadi dasar tindak lanjut, mulai dari edukasi PHBS hingga penjadwalan pemeriksaan berikutnya. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan bagi kelompok sasaran dapat terus terjaga dari waktu ke waktu.
- Total sasaran awal: 557 orang
- Sasaran terverifikasi: 463 orang
- Belum dapat dilayani: 94 orang
- Sebaran: tujuh desa di Kecamatan Ajung







