Madinah Van Java II: 595 Pesilat Bertarung di Gor Untung Suropati

Madinah Van Java II: 595 Pesilat Bertarung di Gor Untung Suropati
Madinah Van Java II: 595 Pesilat Bertarung di Gor Untung Suropati

Pasuruan Terkini – Ratusan Pesilat Ikuti Kejuaraan Madinah Van Java II di Kota Pasuruan yang digelar di Gor Untung Suropati selama tiga hari, 18-20 September 2026. Turnamen pencak silat ini menjadi panggung bagi 595 pesilat dari berbagai daerah dan kelompok umur. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pembinaan serta menjaring bibit atlet berprestasi.

Pembukaan kejuaraan dihadiri Wali Kota Pasuruan Dr. H. Adi Wibowo, didampingi Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Toyib, dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pasuruan H. Farid Misbah. Tampak pula jajaran Forkopimda, perwakilan TNI/Polri, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, sekretaris Disparpora, serta para tokoh pengasuh perguruan pencak silat.

Pencak Silat sebagai Sarana Pembentukan Karakter

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo yang akrab disapa Mas Adi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pencak silat memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Olahraga ini tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga menanamkan kedisiplinan dan sportivitas.

“Pencak silat mengajarkan keberanian, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat untuk terus berprestasi,” ujar Mas Adi dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan atlet. Kompetisi berjenjang dinilai sangat diperlukan untuk membuka ruang bagi munculnya bibit baru yang siap diterjunkan ke tingkat lebih tinggi.

“Kejuaraan seperti ini penting sebagai bagian dari proses pembinaan. Potensi atlet bisa terlihat dari pengalaman bertanding, kemudian dikembangkan agar mampu membawa nama Kota Pasuruan pada kompetisi yang lebih tinggi,” katanya.

595 Pesilat dari 48 Kontingen

Ajang tahunan ini tercatat diikuti sedikitnya 595 pesilat yang tergabung dalam 48 kontingen. Mereka mewakili sekolah, perguruan, maupun klub silat dari berbagai daerah. Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi kelas usia dini 5-8 tahun dan 8-10 tahun, pra-remaja, remaja, hingga kategori dewasa.

Turnamen ini sekaligus diproyeksikan sebagai ajang seleksi atlet menuju agenda olahraga regional mendatang. Salah satunya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur yang rencananya diselenggarakan di Surabaya.

Kompetisi sebagai Ujian Hasil Latihan

Ketua Umum IPSI Kota Pasuruan H. Farid Misbah mengatakan, penyelenggaraan Piala Madinah Van Java II merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan pencak silat. Atlet membutuhkan kompetisi untuk menguji hasil latihan sekaligus menambah jam terbang.

“Pesilat tidak cukup hanya menjalani latihan. Mereka membutuhkan pertandingan untuk mengukur kemampuan teknik dan mental ketika menghadapi lawan,” ujar Farid.

Farid berharap turnamen ini dapat mendukung proses regenerasi pesilat di Kota Pasuruan. Atlet yang memiliki potensi akan dipantau melalui kompetisi sebelum diarahkan mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.

Dengan kembali bergulirnya Ratusan Pesilat Ikuti Kejuaraan Madinah Van Java II di Kota Pasuruan, pembinaan pencak silat di daerah ini diharapkan terus berjalan berjenjang. Kompetisi menjadi ruang uji kemampuan sekaligus panggung menjaring talenta muda yang siap bersaing di level lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *