Pasuruan Terkini – Lurah Kranjingan Ikut Sibuk di Tengah Antrean Bapang Pastikan Bantuan Sampai ke Warga menjadi sorotan saat ribuan warga mendatangi Balai Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember, untuk menerima bantuan pangan. Ica Ghea Hernawati, Lurah Kranjingan, tidak hanya mengawasi jalannya pembagian, tetapi turut memverifikasi data dan mengabadikan momen penerimaan bantuan.
Antrean warga sudah terlihat sejak pagi. Mereka membawa undangan, KTP, dan Kartu Keluarga sebagai syarat penerimaan bantuan pangan atau bapang. Proses distribusi dipusatkan di balai kelurahan setiap hari kerja, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Distribusi Bapang untuk 1.727 Penerima Manfaat
Distribusi bapang di Kelurahan Kranjingan dimulai pada 15 September 2026. Sebanyak 1.727 warga tercatat sebagai penerima manfaat. Bantuan yang diberikan merupakan alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September, dengan total 30 kilogram beras untuk setiap penerima.
Penerima bantuan tersebar di lima lingkungan, yaitu Langsepan, Gladakpakem, Kramat, Krajan, dan Sumbersalak. Agar antrean tidak menumpuk, warga dipanggil secara bergantian sesuai jadwal lingkungan masing-masing.
Lingkungan Langsepan mendapat giliran pada 15 September. Rangkaian pembagian dijadwalkan berakhir pada 21 September dengan penerima dari Lingkungan Sumbersalak.
Peran Ganda Lurah di Tengah Pelayanan Publik
Di tengah antrean, Ica Ghea Hernawati membagi perannya. Pelayanan publik di kelurahan tetap harus berjalan, sementara distribusi bapang kepada ribuan warga juga membutuhkan pengawalan. Handphone berada dalam genggamannya untuk memverifikasi data warga satu per satu.
“Saya harus bagi peran. Pelayanan di kelurahan tetap berjalan, sementara pembagian bapang juga harus tetap lancar,” tutur Ica.
Pada hari pertama pembagian, salah seorang staf kelurahan sedang sakit. Kondisi itu membuat Ica harus ikut mengambil bagian agar dua layanan sekaligus tetap berjalan. Tak hanya memeriksa data, ia juga ikut memfoto warga penerima bantuan.
“Saya ikut verifikasi, ikut foto warga juga. Yang penting pelayanan kelurahan jalan, pembagian bapang juga jalan,” tuturnya.
Ketertiban Administrasi Jadi Kunci Kelancaran
Bagi Ica, ketertiban administrasi menjadi bagian penting dari proses distribusi. Warga yang mengambil bantuan sendiri diminta membawa undangan, KTP asli, dan KK asli beserta fotokopinya.
Sementara jika bantuan diwakilkan oleh anggota dalam satu KK, warga diminta membawa KTP asli orang yang mewakili, KTP asli orang yang diwakili, serta KK beserta fotokopinya.
“Kalau persyaratannya sudah lengkap, prosesnya akan lebih cepat. Jadi sebelum datang, warga kami minta memastikan undangan, KTP, dan KK sudah dibawa,” ujarnya.
Ica juga sengaja membatasi waktu pelayanan hingga pukul 12.00 WIB. Menurutnya, pembagian bantuan tidak harus dipaksakan selesai dalam satu hari karena warga sudah mendapat jadwal berdasarkan lingkungan masing-masing.
“Pembagian bapang kan tidak ada batasnya. Jadi kami bagi waktunya supaya petugas juga punya waktu istirahat,” ungkapnya.
Antusiasme Warga dan Harapan Pemanfaatan Bantuan
Antusiasme warga menerima bantuan ternyata cukup tinggi. Sebagian warga bahkan datang dan menunggu dengan sabar. Beberapa ibu-ibu terlihat duduk lesehan di teras balai kelurahan meski pihak kelurahan telah menyediakan tempat duduk.
Bagi Ica, pemandangan itu menjadi visualisasi bahwa bantuan pangan masih memiliki arti bagi sebagian warganya. Ia berharap bapang yang diterima warga dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terutama di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi.
“Harapan kami bantuan ini benar-benar digunakan untuk kebutuhan keluarga. Jangan sampai bantuan yang sudah diberikan justru diperjualbelikan,” pungkasnya.
Lurah Kranjingan Ikut Sibuk di Tengah Antrean Bapang Pastikan Bantuan Sampai ke Warga menunjukkan komitmen pemerintah kelurahan dalam memastikan distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran. Proses pembagian masih berlangsung hingga 21 September 2026 di Balai Kelurahan Kranjingan.













