banner 728x90

Karnaval Oro-Oro Ombo Wetan Diwarnai Tawuran dan Penjual Miras

Karnaval Oro-Oro Ombo Wetan Diwarnai Tawuran dan Penjual Miras
Karnaval Oro-Oro Ombo Wetan Diwarnai Tawuran dan Penjual Miras
banner 468x60

Pasuruan Terkini – PASURUAN – Kemeriahan Karnaval Oro-Oro Ombo Wetan Diwarnai Tawuran dan Penjual Miras di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (5/9/2026), menyisakan sejumlah catatan bagi aparat keamanan. Gelaran yang seharusnya menjadi ajang hiburan masyarakat ini ternyata diwarnai aksi tawuran yang sempat mengganggu jalannya acara. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah pedagang yang nekat menjual minuman keras (miras) di sekitar lokasi karnaval.

Peristiwa Karnaval Oro-Oro Ombo Wetan Diwarnai Tawuran dan Penjual Miras ini menjadi perhatian serius dari tiga pilar Kecamatan Rembang, yang terdiri dari Polsek Rembang, Satpol PP, dan Koramil Rembang. Mereka langsung bergerak melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dianggap rawan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang lebih besar.

banner 325x300

Kanit Reskrim Polsek Rembang, AIPTU Agus Susanto, yang akrab disapa Agus Kamo, menjelaskan bahwa langkah penyisiran dilakukan sejak awal kegiatan hingga karnaval berakhir. “Kami melakukan patroli dan pemeriksaan terhadap orang-orang yang mencurigakan. Hasilnya, kami menemukan beberapa orang yang menjual minuman keras jenis arak,” ujar Agus Kamo dalam keterangannya.

Keberadaan miras di lokasi Karnaval Oro-Oro Ombo Wetan Diwarnai Tawuran dan Penjual Miras ini dinilai sangat riskan. Minuman keras dapat memicu tindakan agresif dan keributan, terutama di tengah keramaian yang melibatkan banyak orang, termasuk remaja. Oleh karena itu, petugas tidak segan-segan menyuruh para penjual untuk membuang dagangannya.

“Kami langsung menyuruh mereka membuang miras tersebut ke tempat yang telah disediakan. Ini sebagai langkah preventif agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan selama karnaval,” tambah Agus Kamo.

Tidak hanya miras, petugas juga mendapati beberapa aksi tawuran yang terjadi di sela-sela karnaval. Meski demikian, aksi-aksi tersebut tidak sampai berlanjut menjadi laporan resmi ke polisi. Agus Kamo menyebutkan bahwa tawuran tersebut dapat diredam oleh petugas yang berjaga di lokasi.

“Memang ada beberapa aksi tawuran, namun tidak ada yang sampai membuat laporan kepolisian. Kami berhasil melerai dan mengamankan situasi,” jelasnya.

Karnaval Oro-Oro Ombo Wetan Diwarnai Tawuran dan Penjual Miras ini menjadi pengingat pentingnya pengamanan ketat dalam setiap kegiatan masyarakat. Aparat keamanan terus melakukan pemantauan hingga acara selesai untuk memastikan situasi tetap kondusif. Masyarakat yang hadir pun diharapkan dapat menikmati karnaval dengan aman tanpa gangguan.

Keberadaan penjual miras di lokasi kegiatan juga menjadi sorotan tersendiri. Banyak pihak berharap agar aparat dapat mengambil langkah tegas terhadap peredaran minuman keras, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak orang dan berpotensi dihadiri kalangan remaja. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan menjaga ketertiban umum.

Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi penyelenggara kegiatan serupa di masa mendatang. Koordinasi yang baik antara panitia dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk meminimalisir potensi gangguan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang bahaya miras dan pentingnya menjaga keamanan bersama juga perlu terus digalakkan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan evaluasi terkait jalannya karnaval. Meskipun terdapat beberapa insiden, secara keseluruhan kegiatan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version