Pasuruan Terkini – Jakarta – Hari pertama ngantor Gus Kikin mulai siapkan kepengurusan PBNU dengan istikharah menjadi sorotan publik. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin, langsung tancap gas menjalankan tugasnya di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Hari pertama ngantor Gus Kikin mulai siapkan kepengurusan PBNU dengan istikharah menandai babak baru setelah ia ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 NU di Jombang. Dalam kesehariannya, Gus Kikin tidak mau terburu-buru dalam menyusun formasi pengurus. Ia menegaskan bahwa penyusunan kepengurusan masih dalam tahap penggodokan yang matang.
Sejumlah nama telah dimintai kesediaannya untuk bergabung dalam jajaran pengurus PBNU. Beberapa di antaranya sudah menyatakan kesediaan, salah satunya H Gudfan Arif yang kembali dipercaya sebagai Bendahara Umum PBNU. Namun, untuk posisi lainnya, Gus Kikin masih melakukan pertimbangan yang sangat hati-hati, termasuk dengan menjalankan shalat istikharah.
“Banyak hal yang harus dilakukan dalam menyusun Pengurus PBNU, termasuk Istikhoroh,” ujar Gus Kikin di sela aktivitasnya. Baginya, istikharah bukan sekadar ritual pribadi, melainkan bagian dari tradisi NU dalam mengambil keputusan organisasi. Ia ingin memastikan bahwa orang-orang yang nantinya duduk dalam kepengurusan adalah sosok yang tepat dan mampu memberikan manfaat bagi umat.
“Tradisi NU adalah Istikhoroh, supaya kita bisa mendapatkan petunjuk siapa saja yang cocok dan siapa saja yang dapat memberikan manfaat kepada ummat ketika menjadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” tambahnya. Dengan demikian, hari pertama ngantor Gus Kikin mulai siapkan kepengurusan PBNU dengan istikharah menjadi bukti bahwa ia mengedepankan nilai spiritual dalam setiap langkah organisasinya.
Penyusunan kepengurusan dianggap sebagai pekerjaan krusial karena akan menentukan arah organisasi selama lima tahun ke depan. Gus Kikin menegaskan bahwa kepengurusan PBNU harus dibangun dengan pertimbangan yang matang agar mampu bekerja efektif dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
“Mohon dukungan panjenengan semua, kita akan segera menyusun kepengurusan yang ada di PBNU, supaya kita bisa segera beraktivitas dan berkhidmah kepada masyarakat,” tutur Gus Kikin dalam pernyataannya.
Selain fokus pada penyusunan pengurus, hari pertama ngantor Gus Kikin juga diisi dengan kegiatan ramah tamah bersama jajaran karyawan PBNU serta sejumlah kader NU dari berbagai daerah yang hadir di Jakarta. Momen ini menjadi ajang silaturahim dan membangun komunikasi internal setelah kepemimpinan baru terbentuk.
Gus Kikin bersama rombongan juga meninjau berbagai fasilitas di Gedung PBNU untuk melihat langsung kondisi sarana yang menunjang aktivitas organisasi. Di sela-sela kesibukannya, ia menerima kunjungan jajaran pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang diwakili Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dalam suasana silaturahim.
Usai Muktamar Ke-35 NU, penyusunan kepengurusan menjadi salah satu tahapan penting sebelum roda organisasi PBNU Masa Khidmat 2026-2031 berjalan penuh. Gus Kikin memilih memulai tahapan tersebut dengan perpaduan antara ikhtiar organisatoris dan tradisi spiritual NU. Musyawarah, pertimbangan matang, serta istikharah menjadi bagian tak terpisahkan dalam menentukan siapa saja yang akan bersama-sama menjalankan amanah kepengurusan lima tahun ke depan.
Bagi Gus Kikin, kepengurusan bukan sekadar mengisi struktur organisasi, tetapi tentang memilih orang-orang yang dapat bersama-sama berkhidmah dan memberikan manfaat bagi umat. Dengan pendekatan yang penuh kehati-hatian dan doa, diharapkan PBNU di bawah kepemimpinannya mampu menjadi organisasi yang solid dan bermanfaat bagi seluruh warga NU dan masyarakat Indonesia.
Langkah Gus Kikin ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Mereka menilai bahwa cara yang diambilnya sangat sesuai dengan karakter NU yang menjunjung tinggi nilai musyawarah dan spiritualitas. Publik pun menantikan pengumuman susunan pengurus lengkap yang diharapkan segera rampung dalam waktu dekat.
Dengan semangat kebersamaan dan kehati-hatian, Gus Kikin optimistis bahwa kepengurusan yang akan dibentuk mampu membawa NU semakin maju dan relevan dengan tantangan zaman. Hari pertama ngantor Gus Kikin mulai siapkan kepengurusan PBNU dengan istikharah menjadi awal yang baik untuk memulai perjalanan panjang organisasi ke depan.
sumber referensi: https://kabarpas.com/hari-pertama-ngantor-gus-kikin-mulai-siapkan-kepengurusan-pbnu-dengan-istikharah/









