Breaking News

Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif, ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Jalin Sinergi Lintas Sektor

Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif, ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Jalin Sinergi Lintas Sektor
Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif, ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Jalin Sinergi Lintas Sektor

Pasuruan Terkini – Dalam upaya mewujudkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak, ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif melalui serangkaian langkah strategis. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah digelarnya penguatan ekosistem pendidikan daerah di Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Dringu. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), sebuah kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pemangku kepentingan kunci, di antaranya Ketua ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo sekaligus Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Dringu, Siti Chusnul Khotimah; Sekretaris ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, M. Taufik; District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo, Anwar Sutranggono; serta MERL Officer INOVASI, Triyana Damayanti. Kehadiran mereka menegaskan bahwa ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif bukanlah tugas yang berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dari berbagai pihak.

Ketua ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Siti Chusnul Khotimah, menegaskan bahwa dalam konteks pendidikan inklusif, penguatan ekosistem tidak dapat dilakukan oleh ULD secara sendirian. Diperlukan sinergi dan koordinasi yang selaras dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan bagi penyandang disabilitas. “ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo perlu membangun sinergi yang selaras dan seimbang dengan berbagai OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna menghadirkan pelayanan terbaik bagi anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Chusnul menilai penempatan Guru Pendidikan Khusus (GPK) yang memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) serta ketersediaan tenaga terapis menjadi kebutuhan yang sangat krusial dalam mendukung pendampingan peserta didik penyandang disabilitas. “Untuk mengoptimalkan peran ULD dalam mendampingi satuan pendidikan inklusif, penempatan Guru Pendidikan Khusus berlatar belakang Pendidikan Luar Biasa serta ketersediaan tenaga terapis menjadi kebutuhan yang sangat krusial,” terangnya.

Selain sumber daya manusia, dukungan pembiayaan juga diperlukan agar ULD dapat menjalankan tugas secara optimal. Chusnul menegaskan, “Prinsip Jer Basuki Mawa Bea juga relevan dalam penguatan operasional ULD, karena pelaksanaan layanan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.” Anggaran tersebut diperlukan untuk memenuhi berbagai sarana dan prasarana penunjang, seperti komputer, printer, serta fasilitas pendukung lainnya. Ketersediaan fasilitas tersebut akan membantu ULD dalam menjalankan fungsi pelayanan, koordinasi, dan pendampingan secara lebih efektif.

“Sejalan dengan prinsip Jer Basuki Mawa Bea, efektivitas operasional ULD harus ditunjang oleh alokasi anggaran yang memadai guna memenuhi sarana dan prasarana penunjang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Chusnul menegaskan bahwa penguatan ekosistem pendidikan yang dilakukan bersama INOVASI tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai praktik yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan ke depan. “Bagi ULD Kabupaten Probolinggo, proses tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran dalam membersamai pendidikan inklusif. Sinergi lintas sektor, ketersediaan GPK dan tenaga terapis, serta dukungan sarana dan anggaran menjadi sejumlah unsur yang dinilai penting agar layanan pendidikan bagi anak penyandang disabilitas semakin optimal,” tambahnya.

Dengan ekosistem yang semakin kuat, satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih inklusif, sesuai kebutuhan peserta didik, dan memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk berkembang serta mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen global untuk mewujudkan pendidikan inklusif yang tidak meninggalkan siapa pun.

Melalui langkah-langkah konkret yang diambil, ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat. Diharapkan, tidak ada lagi anak dengan disabilitas yang tertinggal dalam dunia pendidikan, dan mereka dapat meraih masa depan yang cemerlang sesuai dengan potensi masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *